Media Pendidikan – 03 Juli 2026 | Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, berharap karya sastra klasik Indonesia dapat dikembangkan ke dalam bentuk film. Hal ini dilakukan untuk memperluas pemanfaatan karya sastra dalam industri kreatif nasional.
Ia mencontohkan karya sastra klasik Mochtar Lubis berjudul Jalan Tak Ada Ujung yang berhasil diadaptasi menjadi film ‘Perang Kota’. Fadli Zon menyebut sejumlah karya sastra klasik lainnya juga telah berhasil diangkat menjadi karya layar lebar di Indonesia.
“Mudah-mudahan karya sastra klasik bisa dihilirisasi dalam bentuk teater, film, atau drama musikal. Seperti tahun lalu film Perang Kota yang diangkat dari novel Mochtar Lubis, Jalan Tak Ada Ujung,” katanya.
Fadli Zon menambahkan, banyak karya sastra klasik Indonesia yang berpotensi untuk terus diadaptasi ke berbagai bentuk pertunjukan seni. Hal tersebut dinilai dapat memperkuat eksistensi sastra di tengah masyarakat.
Sebelumnya, Kementerian Kebudayaan bersama Manajemen Talenta Nasional meluncurkan enam buku terjemahan sastra klasik Indonesia ke dalam bahasa Inggris. Peluncuran tersebut menjadi sebuah langkah strategis untuk memperkenalkan kekayaan sastra Indonesia di kancah internasional.
Sutradara Mouly Surya bercerita saat gagasan film Perang Kota (2025) muncul dari rak bukunya yang lama tak tersentuh. Buku karya Mochtar Lubis berjudul Jalan Tak Ada Ujung rilisan 1952 itu telah lama tersimpan tanpa sempat dibaca.
“Sudah lama, ada di rak buku, tidak dibaca-baca. Saat mulai membaca, entah kenapa saya seperti melihat semacam gambar di kepala saya,” ucapnya.


Komentar