Media Pendidikan – 28 Juni 2026 | Polemik internal Nahdlatul Ulama (NU) kembali mencuat setelah muncul kritik terhadap pidato Rais Aam PBNU Miftahul Akhyar. Warga NU menyatakan bahwa ada beberapa kesalahan dalam pidato tersebut, termasuk salah kutip dan kekeliruan pembacaan bahasa Arab.
“Kita harus berhati-hati dalam menyampaikan informasi, terutama ketika menggunakan bahasa Arab yang tidak semua orang mengerti,” kata salah satu warga NU.
Kritik tersebut juga menyebutkan bahwa Miftahul Akhyar seharusnya lebih teliti dalam menyampaikan pidatonya, terutama karena posisinya sebagai Rais Aam PBNU. “Sebagai pemimpin, kita harus menjadi contoh yang baik dan tidak boleh membuat kesalahan yang dapat mempengaruhi citra organisasi,” tambah warga NU lainnya.
Polemik ini menjadi perhatian luas di kalangan warga NU dan masyarakat umum. Banyak yang menunggu klarifikasi dari Miftahul Akhyar dan PBNU terkait kritik tersebut.


Komentar