Media Pendidikan – 27 Juni 2026 | Ketua Umum Partai Kebangsaan Indonesia (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menegaskan bahwa PKB memiliki tanggung jawab terhadap masa depan Nahdlatul Ulama (NU). Sebagai anak kandung NU, Cak Imin menuturkan PKB harus dapat ikut mengambil peran dalam pembangunan NU ke depan.
‘PKB ini selain berada di eksekutif dan legislatif, sebagai anak NU juga punya tanggung jawab memikirkan NU. Kalau tidak ikut memikirkan dimarahi, ikut memikirkan dianggap campur tangan. Kan repot kalau begitu,’ ujar Cak Imin pernyataannya saat menghadiri acara Sholawat Kebangsaan dan Pentas Kebudayaan.
Cak Imin menjelaskan, NU harus sehat agar ke depan dapat selalu menjadi penopang kesuksesan program pemerintah dalam melakukan pembangunan.
‘Kalau NU tidak sehat, yang rugi negara. Kalau NU tidak sehat, yang rugi pemerintah. Karena kalau NU, Muhammadiyah, dan ormas-ormas lainnya sehat, mereka bisa membantu pemerintah menyukseskan pembangunan,’ katanya.
‘Kalau NU kuat, NU produktif, maka akan meringankan beban dan tanggung jawab pemerintah,’ ujarnya.
Sementara itu, Cak Imin juga membantah terkait campur tangan PKB saat mengkritik kebijakan NU.
‘Saya kalau mengkritik NU suka ada yang marah, dibilang PKB ikut-ikut. Tidak, kita tidak ikut-ikut, tapi kita bertanggung jawab. Kita ikut memikirkan masa depan NU bukan hanya karena kita anaknya NU, tetapi karena bangsa ini membutuhkan NU yang semakin berperan. Semakin NU berperan dengan baik, semakin besar peluang bangsa ini meraih kemajuan,’ tegas Gus Muhaimin.


Komentar