Nasional
Beranda » Berita » Demokrasi di Persimpangan Jalan, Ketika Kekuasaan Menggunakan Segala Instrumen Meredam Suara-suara Kritis

Demokrasi di Persimpangan Jalan, Ketika Kekuasaan Menggunakan Segala Instrumen Meredam Suara-suara Kritis

Demokrasi di Persimpangan Jalan, Ketika Kekuasaan Menggunakan Segala Instrumen Meredam Suara-suara Kritis
Demokrasi di Persimpangan Jalan, Ketika Kekuasaan Menggunakan Segala Instrumen Meredam Suara-suara Kritis

Media Pendidikan – 26 Juni 2026 | Pada awalnya, demokrasi dianggap sebagai sistem pemerintahan yang paling baik dalam menjaga kebebasan dan keadilan bagi warganya. Namun, dalam kenyataannya, demokrasi sering kali dianggap sebagai alat untuk mempertahankan kekuasaan dan menguasai masyarakat.

Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh Muh. Khalifah P.HW dari Jaringan DEEP Indonesia Sulawesi Selatan, demokrasi dalam sejarah pemikiran politik selalu menjadi sumber perdebatan dan kontroversi. Beliau menyatakan bahwa demokrasi yang sebenarnya adalah demokrasi yang melibatkan semua warga negara dalam proses pengambilan keputusan.

Baca juga:

Beliau menyebutkan beberapa contoh demokrasi yang telah gagal atau terganggu oleh kekuasaan, seperti demokrasi di Amerika Serikat yang telah mengalami banyak perubahan sejak awalnya, dan demokrasi di Indonesia yang telah mengalami banyak tantangan sejak kemerdekaan.

Baca juga:

Beliau juga menyatakan bahwa demokrasi yang sebenarnya haruslah mampu memungkinkan semua warga negara untuk memiliki kebebasan berekspresi dan berpendapat, serta memiliki hak untuk mengkritik pemerintah dan kekuasaan.

Baca juga:

Demikianlah, demokrasi di persimpangan jalan, ketika kekuasaan menggunakan segala instrumen untuk meredam suara-suara kritis. Namun, kita tetap harus berharap dan berjuang untuk menciptakan demokrasi yang sebenarnya, yaitu demokrasi yang melibatkan semua warga negara dalam proses pengambilan keputusan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *