Media Pendidikan – 23 Juni 2026 | Perusahaan minyak di Iran, termasuk perwakilan dari perusahaan milik negara, bergegas menghubungi kilang minyak di India, Jepang, Korea Selatan, dan tempat lain di Asia setelah mendapatkan pengecualian sanksi dari Amerika Serikat (AS).
Iran, yang sejak lama menjual minyaknya terutama ke China karena kendala sanksi, ingin menemukan lebih banyak pembeli dan mengosongkan pasokan minyak yang saat ini berada di dalam kapal tanker.
Para pedagang mengatakan, pembicaraan juga mencakup kesepakatan jangka panjang karena Iran berupaya meningkatkan produksi. Namun, para pembeli di Asia tidak terburu-buru, sebab sebagian besar memiliki pasokan yang cukup karena telah mengamankan pengiriman alternatif untuk mengatasi blokade Selat Hormuz yang berlangsung selama berbulan-bulan.
Kekhawatiran masih ada terkait dengan sikap ragu-ragu pemerintahan Presiden AS Donald Trump, ditambah dengan pembatasan Uni Eropa dan Inggris yang masih berlaku, mempersulit pembiayaan dan asuransi.
Seorang juru bicara dari Taiyo Oil Co. Jepang mengatakan bahwa perusahaan kilang minyak tersebut belum mempertimbangkan untuk membeli minyak mentah Iran pada tahap ini, dan akan terus bekerja sama dengan pemerintah terkait pengadaan minyak mentah.
“Asia kemungkinan besar tidak akan berkomitmen untuk mengimpor minyak mentah Iran selama kebijakan AS tentang sanksi terus berubah-ubah dan situasi geopolitik tetap sangat fluktuatif,” kata analis utama untuk pasokan dan pemodelan kilang di perusahaan intelijen data Kpler, Sumit Ritolia.


Komentar