Media Pendidikan – 20 Juni 2026 | Lalu lintas kapal di Selat Hormuz mulai meningkat setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan terkait pembukaan kembali jalur tersebut. Kesepakatan itu memungkinkan kapal-kapal komersial kembali melintasi salah satu rute perdagangan energi terpenting di dunia. Menurut perusahaan intelijen perdagangan Kpler, sedikitnya 20 kapal tanker telah melintasi Selat Hormuz sejak kesepakatan mulai dijalankan. Peningkatan aktivitas pelayaran terjadi setelah Amerika Serikat mengakhiri blokade terhadap Iran.
Setelah itu, Teheran mengizinkan kapal melintasi Selat Hormuz tanpa dikenakan biaya selama 60 hari. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari nota kesepahaman yang telah disepakati kedua negara untuk mengurangi ketegangan dan memulihkan aktivitas perdagangan. Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyatakan bahwa Iran sejauh ini menjalankan komitmennya sesuai isi kesepakatan.
Data Kpler menunjukkan arus pelayaran relatif seimbang, dengan 13 kapal bergerak dari barat ke timur dan 12 kapal lainnya dari timur ke barat. Sementara itu, kapal tanker Iran mulai kembali mengaktifkan sistem transponder yang sebelumnya dimatikan selama konflik berlangsung. Para analis menilai peningkatan arus lalu lintas kapal dari kedua arah menunjukkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz mulai kembali pulih.
Hasil perundingan antara Iran, Oman, dan negara-negara Teluk akan menentukan mekanisme pengelolaan dan aturan operasional Selat Hormuz di masa mendatang. Pembahasan itu juga mencakup kemungkinan pemberlakuan kembali biaya transit bagi kapal-kapal yang melintasi jalur perdagangan energi strategis tersebut.


Komentar