Media Pendidikan – 18 Juni 2026 | Israel mengutuk pernyataan Presiden Belarusia yang membandingkan pembantaian di Gaza dengan Holocaust yang dilakukan oleh Nazi Jerman. Pernyataan tersebut dinilai sangat tidak sensitif dan menyinggung perasaan masyarakat Israel.
Pembantaian di Gaza telah menewaskan ratusan orang, termasuk warga sipil dan anak-anak. Israel telah melakukan serangan militer di Gaza dalam beberapa pekan terakhir, yang menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur dan kehidupan warga setempat.
Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko, dalam sebuah pernyataan, menyamakan pembantaian di Gaza dengan Holocaust yang dilakukan oleh Nazi Jerman selama Perang Dunia II. Pernyataan tersebut langsung menuai protes dari pemerintah Israel dan masyarakat internasional.
"Pembantaian di Gaza tidak dapat dibandingkan dengan Holocaust," kata seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel. "Holocaust adalah kejahatan terhadap kemanusiaan yang tidak dapat dibandingkan dengan apapun."
Data dari organisasi kemanusiaan menunjukkan bahwa lebih dari 1.000 orang telah tewas dalam konflik di Gaza, termasuk 300 anak-anak dan 150 perempuan. Lebih dari 6.000 orang juga terluka dalam konflik tersebut.
Perbandingan antara pembantaian di Gaza dan Holocaust telah menjadi topik perdebatan yang hangat di kalangan masyarakat internasional. Banyak yang menilai bahwa perbandingan tersebut tidak tepat dan menyinggung perasaan masyarakat Israel.


Komentar