Media Pendidikan – 16 Juni 2026 | RRI.CO.ID, Jakarta – Siaran Piala Dunia 2026 di RRI mendapat apresiasi dari kalangan penyandang disabilitas. Mereka menilai siaran radio membuat kemeriahan turnamen dapat dinikmati lebih luas.
Euforia Piala Dunia juga terasa di Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Sejumlah titik menggelar nonton bareng (nobar) yang ramai diikuti masyarakat.
Ketua PPDI Kota Tarakan, Muhammad Yosta Novthami, mengatakan sepak bola menjadi sarana mempererat kebersamaan. Momentum Piala Dunia juga membuka ruang interaksi yang lebih luas bagi penyandang disabilitas.
Teman-teman penyandang disabilitas berusaha keluar dari zona nyaman. Dengan mengikuti nobar, mereka bisa berbaur dengan masyarakat umum," ujarnya, dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Selasa, 16 Juni 2026.
Ia menambahkan antusiasme penyandang disabilitas terhadap sepak bola sangat tinggi. Dukungan terhadap tim favorit juga menghadirkan emosi dan ketegangan yang sama.
Apresiasi terhadap siaran Piala Dunia RRI juga datang dari Flores, Nusa Tenggara Timur. Putra, penyandang disabilitas netra sekaligus pendengar RRI, mengaku terbantu mengikuti pertandingan.
"Kami berterima kasih kepada RRI dan TVRI yang sudah menyiarkan Piala Dunia 2026. Siaran di radio membantu kami menikmati piala dunia," kata Putra.
Ia mengatakan banyak penyandang disabilitas rela bergadang demi mengikuti tim favorit. Siaran langsung radio menghadirkan suasana pertandingan yang tetap terasa hidup.
Putra berharap RRI terus menghadirkan siaran olahraga berkualitas bagi seluruh masyarakat. Ia juga mendoakan para penyiar dan reporter tetap sehat menjalankan tugasnya.
Kehadiran siaran Piala Dunia di RRI dinilai tidak hanya menghadirkan hiburan. Siaran tersebut juga memperkuat akses informasi yang inklusif bagi penyandang disabilitas.


Komentar