Media Pendidikan – 16 Juni 2026 | Gempa bumi yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah pada akhir tahun 2018 lalu, menyebabkan kerusakan dan korban jiwa yang signifikan. Menurut BMKG, penyebabnya adalah aktivitas sesar Sausu, yang merupakan salah satu dari beberapa sesar aktif di Indonesia. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menyebut bahwa gempa bumi ini adalah contoh dari potensi bahaya yang ditimbulkan oleh aktivitas geologi di Indonesia.
Sesar Sausu adalah salah satu dari beberapa sesar aktif di Indonesia yang telah aktif selama ribuan tahun. Aktivitas sesar ini dapat menyebabkan gempa bumi yang kuat dan bahkan tsunami. Hal ini menjadi penyebab utama dari kerusakan dan korban jiwa yang terjadi di Palu pada tahun 2018 lalu.
BMKG telah melakukan penelitian dan analisis untuk memahami penyebab gempa bumi di Palu. Mereka telah menemukan bahwa aktivitas sesar Sausu adalah penyebab utama dari gempa bumi ini. Hal ini menjadi informasi yang penting bagi masyarakat di Palu dan sekitarnya, karena mereka harus siap menghadapi potensi bahaya yang ditimbulkan oleh aktivitas geologi.
Pemerintah dan BMKG telah bekerja sama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang potensi bahaya yang ditimbulkan oleh aktivitas geologi. Mereka telah melakukan kampanye edukasi dan pelatihan untuk membantu masyarakat memahami cara menghadapi gempa bumi dan tsunami.


Komentar