Media Pendidikan – 07 Juni 2026 | Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai film Ghost in the Cell sebagai kritik sosial yang tajam. Film karya Joko Anwar itu menggambarkan perlawanan terhadap kapitalisme, imperialisme, serta keserakahan yang berujung pada tindakan korupsi.
Kritik sosial ini tidak hanya terlihat dalam latar belakang cerita, tetapi juga dalam karakter-karakter yang ditampilkan. Prakarsa Kitabuming, misalnya, merupakan tokoh yang kompleks dan simbolis. Dia perwakilan dari perlawanan terhadap sistem yang korup dan eksploatif.
Karakter Kitabuming juga menunjukkan bagaimana perlawanan terhadap kapitalisme dan imperialisme dapat berakar dalam masyarakat. Dia menunjukkan bagaimana perlawanan itu dapat berubah menjadi tindakan korupsi dan eksploitasi.
Kritik sosial dalam film ini sangat relevan dengan situasi di Indonesia saat ini. Kapitalisme dan imperialisme masih kuat di negara ini, dan perlawanan terhadap mereka masih sangat dibutuhkan.
Ghost in the Cell adalah film yang harus ditonton oleh semua orang di Indonesia. Film ini menunjukkan bagaimana perlawanan terhadap kapitalisme dan imperialisme dapat berubah menjadi tindakan korupsi dan eksploitasi. Film ini juga menunjukkan bagaimana perlawanan itu dapat berubah menjadi tindakan korupsi dan eksploitasi.


Komentar