Media Pendidikan – 05 Juni 2026 | PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat jumlah pengguna rute Rangkasbitung mencapai 77.552.716 orang sepanjang tahun 2025. Tingkat okupansi rute Rangkasbitung menyentuh 161 persen sehingga sistem daya listrik aliran atas diperkuat.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menjelaskan tingkat kepadatan tinggi dipengaruhi keterbatasan sarana serta infrastruktur. Kolaborasi bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) terus dilakukan untuk mempercepat modernisasi pada lintas Rangkasbitung.
“Permintaan masyarakat terhadap layanan Commuter Line Rangkasbitung terus meningkat. Karena itu, KAI bersama DJKA Kementerian Perhubungan menyiapkan berbagai langkah peningkatan kapasitas agar perjalanan pelanggan menjadi lebih nyaman dan tersedia lebih banyak pilihan perjalanan,” ujar Bobby.
Langkah pertama yang akan dilakukan adalah menambah sebelas gardu traksi untuk memperkuat pasokan daya listrik. Penguatan sistem kelistrikan tersebut sangat penting untuk mendukung operasional rangkaian dengan stamformasi 12 kereta.
Saat ini daya listrik lintas Rangkasbitung hanya 3.000 volt sedangkan rute Bogor sudah 4.000 volt. Perbedaan kapasitas kelistrikan itu menyebabkan rangkaian panjang belum dapat dioperasikan secara optimal pada jalur tersebut.
Selain penguatan sistem kelistrikan, modernisasi persinyalan juga akan dilakukan demi menambah frekuensi perjalanan kereta. Sistem persinyalan blok tertutup yang saat ini digunakan membatasi jumlah pergerakan kereta dalam satu lintasan.
Bobby menambahkan modernisasi persinyalan ini akan memperpendek waktu tunggu kereta pada setiap stasiun. Langkah ini diharapkan mampu mendistribusikan penumpang dengan lebih merata pada setiap jadwal perjalanan harian.
“Peningkatan kapasitas harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sarana, daya listrik, hingga sistem persinyalan. Dengan langkah tersebut, kapasitas angkut dapat bertambah dan masyarakat memperoleh layanan yang semakin baik,” kata Bobby.


Komentar