Media Pendidikan – 03 Juni 2026 | Deretan rumah di Kemayoran, Jakarta Pusat, kini hanya menyisakan puing dan abu setelah kebakaran pada Selasa (2/6/2026). Tempat yang dulu menjadi ruang berkumpul keluarga berubah menjadi lahan kosong yang dipenuhi sisa-sisa bangunan.
Bagi para korban, pilihan yang tersisa adalah bertahan. Mereka kini menempati tenda-tenda pengungsian yang berdiri di sekitar lokasi kebakaran.
Tapi di tengah situasi tersebut, bantuan perlahan mulai berdatangan. Salah satunya dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang memberikan bantuan kepada 26 korban kebakaran di SDN Kebon Kosong 09, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Para penyintas tampak berusaha tegar, tidak terlihat raut putus asa di wajah mereka. Salah satunya adalah Darni (57), guru PAUD yang juga menjabat sebagai Ketua RW 04 Kelurahan Kebon Kosong.
“Masing-masing tenda rata-rata ada 50 KK, ada 15 KK, ada 35 KK, ya berbeda-beda sesuai kapasitas tenda yang disediakan,” tutur Darni.
Tapi di tengah kehilangan yang begitu besar, Darni melihat satu hal yang menguatkan; ketabahan para warga.
“Kayaknya tidak ada juga yang berlarut-larut apa ya sedih gitu karena apa pun itu cobaan harus kita terima kan gitu,” ujar Darni.
Mendikdasmen juga memberikan santunan sebesar Rp 10 juta kepada Darni dan tenaga pendidik lain yang terdampak kebakaran.
Harapan warga juga perlahan tumbuh seiring datangnya berbagai bantuan. Setiap hari mereka menerima bantuan pangan dari Kementerian Sosial. Makanan siap saji juga mengalir dari berbagai pihak, termasuk perusahaan swasta dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.
Para penyintas juga tidak melupakan petugas yang membantu mereka. Mereka memilih membagikan bantuan makanan kepada petugas yang siang dan malam membantu di lokasi.
“Kadang-kadang mereka tiba-tiba memberikan bantuan berupa Nasi Padang 100 bungkus, itu kan enggak mungkin kami keep ya, jadi langsung kami bagikan. Dan itu biasanya kami bagikan untuk petugas yang membantu seperti PPSU, terus ada Bina Marga, pokoknya yang stay di wilayah,” ungkap Darni.
Untuk kondisi psikologis para korban, Kemendikdasmen bekerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) untuk memberikan layanan pendampingan.
“Kami sekarang ini sedang asesmen awal untuk terutama para penyintas yang mengalami kebakaran, anak-anak SD yang mengalami kebakaran. Kami sedang melakukan asesmen dan nantinya setelah dari hasil asesmen itu akan dilakukan berbagai intervensi,” ujar Ketua Umum HIMPSI, Andik Matulessy.


Komentar