Media Pendidikan – 01 Juni 2026 | Kunjungan resmi Presiden Prabowo Subianto ke Prancis berlangsung selama empat hari, dari tanggal 26 hingga 29 Mei 2026. Agenda perjalanan kenegaraan ini dipastikan tidak memiliki rencana kunjungan kerja menuju ke berbagai negara lainnya.
Pemerintah Indonesia melaksanakan kunjungan bilateral ini di Paris. Informasi resmi mengenai kunjungan tersebut disampaikan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari.
Qodari menyebutkan rencana kunjungan kenegaraan tersebut sudah diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono sebulan sebelumnya. Ia menambahkan bahwa agenda pertemuan penting dengan Presiden Emmanuel Macron memang telah dipersiapkan sejak lama.
Kunjungan kenegaraan ini dilaksanakan sebagai balasan atas kehadiran Presiden Emmanuel Macron ke Indonesia pada 2025. Ia menjelaskan bahwa kedua negara sedang aktif membahas sejumlah kesepakatan target kerja sama bilateral strategis.
“Yang pertama adalah di bidang pertahanan. Karena kita semua tahu bahwa pemerintah Indonesia telah memperoleh sejumlah alat utama sistem persenjataan atau alutsista dari Prancis. Karena itu, diperlukan transfer teknologi untuk penguasaan alutsista tersebut,” ujar Qodari.
Kerja sama bilateral tersebut juga meliputi bidang pendidikan sains, teknologi, teknik, dan matematika di Indonesia. Kedua belah pihak turut menyepakati kolaborasi dalam sektor energi serta pemanfaatan berbagai komoditas mineral kritis.
Qodari menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki kedekatan hubungan personal yang sangat baik dengan Macron. Hal tersebut dinilai sebagai modal sosial penting guna membangun relasi bilateral antara Indonesia dan Prancis.


Komentar