Media Pendidikan – 30 Mei 2026 | RRI.CO.ID, Bima – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau lokasi usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Lokasi yang diusulkan memiliki luas total 31 hektare dengan opsi pengembangan pada dua area.
Menteri Dody mengungkapkan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Bima ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa di antaranya berkaitan dengan akses pengangkutan material dan kondisi sungai sekitar.
"Sekolah ini cukup besar dan ditargetkan menampung sampai 3.000 siswa. Tetapi ada beberapa tantangan di lokasi ini, seperti jalan akses pengangkutan material, dan perbaikan sungai," kata Menteri Dody dalam keterangan tertulis, Jumat, 29 Mei 2026.
Kementerian PU saat ini juga terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah daerah untuk mencari solusi. Langkah tersebut dilakukan guna mempercepat penyelesaian berbagai kendala di lapangan.
Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan seluruh tantangan pembangunan akan menjadi perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, sejumlah langkah telah disiapkan untuk mendukung kelancaran pembangunan.
"Mengenai jalan akses akan ada jalan alternatif, sedangkan mengenai sungai nanti kami berkoordinasi dengan BBWS Nusa Tenggara I. Pemprov dan Pemkab siap mendukung penuh," ujarnya.
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II juga berlangsung di Kabupaten Lombok Utara. Lokasi tersebut berada di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.
Sekolah Rakyat itu dirancang sebagai pusat pendidikan terpadu jenjang SD hingga SMA. Adapun fasilitasnya mencakup ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium, asrama, pusat pembelajaran digital, kantin, klinik, hingga lapangan olahraga.
Sebagai informasi, Kementerian PU saat ini juga melaksanakan pembangunan 93 lokasi Sekolah Rakyat Tahap II. Hingga 20 Mei 2026, progres fisik rata-rata pembangunan telah mencapai 59 persen.


Komentar