Media Pendidikan – 30 Mei 2026 | RRI.CO.ID, New York – Menlu RI Sugiono mengungkapkan pentingnya reformasi sistem multilateral global, termasuk reformasi PBB dan Dewan Keamanan PBB. Tujuan utamanya adalah agar PBB lebih mampu merepresentasikan suara negara-negara berkembang atau Global South.
Menlu Sugiono menilai bahwa sejumlah isu penting yang menjadi perhatian negara berkembang sering kali terhambat karena penggunaan hak veto oleh negara-negara tertentu di DK PBB.
Indonesia bersama sejumlah negara lain memiliki pandangan serupa bahwa PBB harus tetap relevan di tengah perubahan dinamika global. Oleh karena itu, reformasi diperlukan agar organisasi internasional tersebut semakin kuat dalam menghadapi berbagai tantangan dunia.
Menlu Sugiono menjelaskan bahwa tantangan global terus berkembang, mulai dari perkembangan kecerdasan buatan, persoalan lingkungan, hingga konflik bersenjata di berbagai kawasan dunia.
Indonesia juga kembali menegaskan dukungannya terhadap perjuangan rakyat Palestina. Menlu Sugiono menyebut bahwa persoalan Palestina merupakan ujian terhadap kredibilitas PBB dalam menjaga perdamaian dan menegakkan keadilan internasional.


Komentar