Media Pendidikan – 30 Mei 2026 | Perang di Ukraina berisiko lepas kendali jika eskalasi konflik terus berlanjut, demikian peringatan dari PBB. Peringatan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam sidang Dewan Keamanan PBB di New York.
Guterres menyoroti serangan besar yang diluncurkan Rusia pada 23 dan 24 Mei. Menurutnya, situasi saat ini sangat serius dan jalur konflik yang ditempuh tidak lagi berkelanjutan. Ia meminta agar arah konflik segera diubah demi mencegah risiko salah perhitungan militer dan konsekuensi yang tidak disengaja.
PBB juga menyerukan deeskalasi segera dan gencatan senjata penuh tanpa syarat. Dalam serangan terbaru, Rusia disebut meluncurkan sekitar 90 rudal jarak jauh dan 600 drone ke berbagai wilayah Ukraina, menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai lebih dari 100 lainnya.
“Pilihannya jelas. Tanggung jawabnya jelas. Waktu untuk damai adalah sekarang,” kata Guterres. Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Turk menyerukan agar Rusia dan Ukraina segera kembali ke meja perundingan.
Data dari kantor HAM PBB menunjukkan bahwa jumlah korban sipil di Ukraina meningkat selama empat bulan pertama tahun 2026, dengan 815 warga sipil meninggal dan 4.174 lainnya terluka antara Januari hingga April 2026.


Komentar