Media Pendidikan – 28 Mei 2026 | RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Haji dan Umrah telah memastikan bahwa seluruh jemaah haji Indonesia telah tiba di Mina dengan lancar dan terkendali. Pergerakan fase Armuzna dari Arafah, Muzdalifah, hingga Mina berjalan sesuai rencana operasional.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, mengatakan bahwa pergerakan terakhir dari Arafah menuju Muzdalifah berlangsung pukul 02.40 waktu Arab Saudi, dan proses pergerakan dari Muzdalifah menuju Mina selesai pukul 07.00 waktu Arab Saudi.
"Alhamdulillah, seluruh rangkaian pergerakan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah dan dilanjutkan ke Mina berjalan sesuai rencana operasional," ujar Maria di Jakarta, Rabu, 27 Mei 2026.
Area Muzdalifah telah dinyatakan steril setelah seluruh jemaah bergerak menuju Mina. Maria menilai bahwa kelancaran Armuzna didukung oleh sinergi petugas haji Indonesia, otoritas Arab Saudi, dan kedisiplinan jemaah. Menurutnya, ketertiban jemaah menjadi kunci penting dalam menjaga kelancaran pergerakan tahun ini.
Saat ini, pelayanan difokuskan pada pendampingan jemaah selama berada di Mina. Pendampingan terutama diberikan untuk pelaksanaan lontar jumrah Aqabah dan hari-hari tasyrik berikutnya.
Kemenhaj menyiagakan 751 petugas haji di Mina, tenda jemaah, dan pos layanan menuju Jamarat. Petugas juga disiapkan di Masjidil Haram untuk mendukung pelayanan jemaah Indonesia.
Maria mengatakan bahwa petugas dibagi dalam sepuluh satuan ad-hoc di sejumlah kawasan tenda jemaah. Setiap satuan bertanggung jawab terhadap 11 hingga 13 markas atau kawasan tenda.
Kemenhaj mengimbau jemaah mematuhi jadwal lontar jumrah dan tidak memaksakan diri pada siang hari. Jemaah diminta menghindari lontar jumrah pukul 10.00 hingga 14.00 waktu Arab Saudi karena suhu Mina mencapai 41 derajat celcius.
Maria juga meminta jemaah menjaga kesehatan dengan memperbanyak minum air putih dan membatasi aktivitas fisik. Kemenhaj mendoakan jemaah diberi kesehatan, kekuatan, dan kemudahan menyelesaikan ibadah haji hingga kembali ke Tanah Air dengan predikat mabrur dan mabruroh.


Komentar