Olahraga
Beranda » Berita » Sejarah Trofi Piala Dunia FIFA, Dicuri dan Ditemukan Kembali

Sejarah Trofi Piala Dunia FIFA, Dicuri dan Ditemukan Kembali

Sejarah Trofi Piala Dunia FIFA, Dicuri dan Ditemukan Kembali
Sejarah Trofi Piala Dunia FIFA, Dicuri dan Ditemukan Kembali

Media Pendidikan – 27 Mei 2026 | Trofi Piala Dunia menjadi salah satu simbol paling ikonik dalam dunia olahraga. Namun, di balik kemegahannya, trofi tersebut ternyata memiliki sejarah panjang yang penuh cerita dramatis. Mulai dari pencurian hingga disembunyikan saat Perang Dunia II.

Tahun 1930, trofi pertama Piala Dunia diperkenalkan oleh FIFA. Saat itu, FIFA menggelar turnamen perdana di bawah kepemimpinan Presiden FIFA, Jules Rimet. Trofi tersebut diberi nama Victory sebelum akhirnya berganti menjadi Jules Rimet Trophy untuk menghormati sosok yang berjasa menghadirkan Piala Dunia.

Baca juga:

Trofi itu dirancang oleh pematung asal Prancis, Abel Lafleur. Desainnya menampilkan Nike, dewi kemenangan dalam mitologi Yunani kuno, yang sedang mengangkat piala. Trofi tersebut dibuat dari perak sterling berlapis emas dengan alas batu lapis lazuli. Uruguay menjadi negara pertama yang mengangkat trofi tersebut, setelah menjuarai Piala Dunia 1930.

Dalam perjalanannya, trofi Jules Rimet tidak hanya menjadi simbol kemenangan di lapangan. Trofi tersebut juga menyimpan berbagai kisah dramatis di luar sepak bola. Saat Perang Dunia II berlangsung, pejabat sepak bola Italia, Ottorino Barassi, menyembunyikan trofi. Tropi dimasukkan ke dalam kotak sepatu bawah tempat tidurnya di Roma untuk menghindari jatuh ke tangan Nazi.

Baca juga:

Peristiwa lain terjadi menjelang Piala Dunia 1966 di Inggris. Trofi Jules Rimet secara tidak sengaja dicuri saat dipamerkan ke publik dan memicu perhatian besar dunia sepak bola. Namun, trofi tersebut akhirnya ditemukan oleh seekor anjing bernama Pickles. Trofi ditemukan terbungkus koran di bawah pagar taman di wilayah London Selatan.

Brasil kemudian mendapat hak kepemilikan permanen atas trofi Jules Rimet. Hal itu terjadi setelah menjadi negara pertama yang memenangkan Piala Dunia tiga kali. Namun, pada 1983, trofi itu kembali dicuri dari kantor Federasi Sepak Bola Brasil di Rio de Janeiro. Berbeda dengan kejadian sebelumnya, trofi tersebut tidak pernah ditemukan lagi dan diyakini telah dilebur.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *