Media Pendidikan – 26 Mei 2026 | Rencana pengerahan batalion tempur oleh Kodam Jaya untuk menumpas aksi begal di Jakarta telah menimbulkan kontroversi. Menurut Koalisi Sipil, kebijakan ini merupakan kekeliruan dan berlebihan, serta menunjukkan semakin kaburnya batas fungsi pertahanan dan keamanan di Indonesia.
Koalisi Sipil mengatakan bahwa pelibatan TNI dalam menangani begal di Jakarta tidak efektif dan bahkan dapat membuat situasi semakin parah. Mereka menyarankan bahwa pemerintah harus meningkatkan kerja sama dengan masyarakat dan meningkatkan efektivitas penegakan hukum.
Dalam beberapa tahun terakhir, aksi begal di Jakarta telah meningkat drastis. Menurut data, terdapat lebih dari 10.000 kasus begal di Jakarta pada tahun 2022 saja. Hal ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat dan pemerintah.
Koalisi Sipil juga mengkritik kebijakan pemerintah dalam menangani begal di Jakarta. Mereka mengatakan bahwa pemerintah harus meningkatkan kerja sama dengan masyarakat dan meningkatkan efektivitas penegakan hukum.


Komentar