Media Pendidikan – 24 Mei 2026 | PT INTI, perusahaan telekomunikasi milik BUMN yang pernah memegang 60 persen pasar nasional, kembali menjadi sorotan publik. Menurut sumber terpercaya, Danantara membuka opsi untuk menutup PT INTI sebagai bagian dari rencana restrukturisasi perusahaan.
Keputusan ini diambil setelah perusahaan mengalami kesulitan keuangan yang signifikan. Data menunjukkan bahwa PT INTI telah mengalami penurunan penjualan sebesar 20 persen dalam dua tahun terakhir. Hal ini diyakini disebabkan oleh perubahan preferensi konsumen serta kompetisi yang semakin ketat di pasar telekomunikasi.
PT INTI didirikan pada tahun 1986 dan telah menjadi salah satu pemain utama di pasar telekomunikasi Indonesia. Perusahaan ini telah melalui beberapa fase perkembangan, termasuk pengembangan infrastruktur jaringan dan penerapan teknologi baru.
Bagaimana keputusan ini akan berdampak pada industri telekomunikasi Indonesia? Apakah langkah ini dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk meningkatkan efisiensi operasional? Berikut beberapa pertanyaan yang masih belum terjawab.


Komentar