Media Pendidikan – 23 Mei 2026 | Uni Emirat Arab (UEA) telah bergabung dengan Arab Saudi dan Qatar dalam meminta Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakhiri perang dengan Iran. Mereka khawatir bahwa setiap pembalasan dari Teheran akan menjerumuskan ekonomi Teluk Arab ke dalam kekacauan. Pada akhir Februari, Israel dan AS meluncurkan perang terhadap Iran dan gencatan senjata pada awal April. Iran dan kelompok militan yang didukung Teheran di Irak membalas dengan menembakkan ribuan drone dan rudal melintasi Teluk, menewaskan banyak orang dan menyebabkan kerusakan senilai miliaran dolar pada pelabuhan dan infrastruktur energi.
‘Negara-negara Teluk Arab melihat ketakutan terburuk mereka menjadi kenyataan. Mereka terjebak di tengah perang AS-Iran dan menderita banyak dampaknya. Mereka sekarang menghadapi prospek konfrontasi baru jika gencatan senjata tidak dapat diterjemahkan menjadi kesepakatan permanen, dengan citra mereka sebagai surga regional yang stabil dalam risiko,' kata analis di Bloomberg Economics, Dina Esfandiary.
UEA, Arab Saudi, dan Qatar berbeda dalam jenis kesepakatan diplomatik yang harus dikejar AS. Namun, mereka menggarisbawahi kewaspadaan terulang kembali situasi pada akhir Februari, ketika Israel dan AS meluncurkan perang terhadap Iran dan gencatan senjata pada awal April.
Iran dan AS menyetujui gencatan senjata pada 8 April dan bertukar pesan melalui Pakistan terkait kesepakatan damai. Masing-masing mengatakan bahwa mereka siap untuk melanjutkan pertikaian dan menunjukkan sedikit tanda membuat konsesi.
Trump Berada dalam Desakan
Presiden AS Donald Trump berbicara dalam pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela kunjungan ke Taman Zhongnanhai di Beijing, China (15/5/2026). Foto: Evan Vucci/REUTERSDi sisi lain, Trump sedang terdesak. Perang telah merugikan AS puluhan miliar dolar. Dengan harga energi yang melonjak karena penutupan Selat Hormuz, konflik tersebut semakin tidak populer di kalangan orang Amerika. Hal ini pun membuat pemimpin AS ragu-ragu antara mengancam serangan udara besar-besaran di Iran dan mengatakan negara-negara tersebut mendekati perjanjian damai.


Komentar