Media Pendidikan – 23 Mei 2026 | Peringatan ini disampaikan oleh Walmart dalam laporan kinerja mereka kepada investor. Menurut laporan itu, kenaikan harga bahan bakar minyak telah membuat konsumen di Amerika Serikat mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan lain. Hal ini terjadi berbarengan dengan perang Iran yang terus menekan anggaran rumah tangga.
Raksasa ritel tersebut memperkirakan pertumbuhan penjualannya pada periode Mei hingga Juli akan melambat signifikan dibandingkan tiga bulan sebelumnya, dengan kenaikan harga bensin menjadi penyebab utama.
Data dari kelompok otomotif AAA menunjukkan harga rata-rata bensin mencapai USD 4,56 per galon, naik dari sekitar USD 3 per galon saat perang dimulai.
Dalam wawancara dengan CNBC, Direktur Keuangan Walmart John David Rainey mengatakan kenaikan biaya hidup sejauh ini masih tertolong oleh peningkatan pengembalian pajak atau tax refund akibat pemangkasan pajak dalam kebijakan One Big Beautiful Bill Act (OBBBA) Presiden AS Donald Trump.
“Saya pikir pengembalian pajak yang lebih tinggi sempat meredam tekanan dari kenaikan harga bahan bakar. Namun sekarang, ketika pengembalian pajak itu sebagian besar sudah tidak masuk lagi, konsumen akan semakin merasakan tekanan dari harga bahan bakar yang lebih tinggi,” ujarnya, dikutip dari BBC pada Sabtu (23/5).
Rainey juga mengatakan, Walmart terus memantau perkembangan harga bensin, tetapi memperkirakan harga tetap tinggi dalam beberapa bulan mendatang.
Walmart merupakan pemberi kerja swasta terbesar di AS sekaligus salah satu peritel terbesar di negara tersebut, sehingga kinerjanya sering menjadi gambaran kondisi konsumen Amerika di tengah dampak perang Iran.
Penjualan perusahaan meningkat 7,3 persen secara tahunan menjadi USD 177,8 miliar. Meski demikian, Walmart memperkirakan laju pertumbuhan tersebut akan melambat menjadi sekitar 4 persen hingga 5 persen pada periode Mei hingga Juli seiring meningkatnya tekanan biaya hidup terhadap konsumen.
Saham Walmart pun turun sekitar 7 persen pada perdagangan Kamis pagi setelah perusahaan mengeluarkan proyeksi yang lebih lemah dari perkiraan pasar.


Komentar