Media Pendidikan – 23 Mei 2026 | Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini mengadakan pertemuan dengan beberapa ekonom senior di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas strategi menghadapi krisis ekonomi dan memperoleh masukan dari para ahli. Para ekonom senior yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Burhanuddin Abdullah, Lukita Dinarsyah Tuwo, dan Paskah Suzetta.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa para ekonom senior tersebut menyampaikan pengalaman mereka dalam menghadapi berbagai tekanan ekonomi, termasuk krisis 1998 dan lonjakan harga minyak dunia. “Mereka mengatakan kalau di masa lalu inflasi kita di periode sekitar 17 persen,” ujar Airlangga.
Airlangga juga menjelaskan bahwa Indonesia pernah menghadapi krisis minyak dengan harga mencapai 140 dolar AS per barel, yang berdampak pada lonjakan inflasi. Namun, ia menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini relatif lebih baik dengan fundamental ekonomi yang masih kuat. “Kalau kita cek dengan konteks hari ini relatif situasi makro kita lebih baik, fundamental lebih kuat, dan depresiasi rupiah itu sekitar 5 persen. Jadi jauh lebih rendah dari berbagai kasus sebelumnya,” katanya.
Presiden juga menginstruksikan jajaran kementerian ekonomi untuk memonitor regulasi guna memperkuat sektor keuangan dan mengkaji penguatan permodalan perbankan nasional. Sementara itu, Purbaya mengatakan bahwa dirinya diminta Presiden untuk mempelajari berbagai masukan yang disampaikan para ekonom senior tersebut.


Komentar