Ekonomi
Beranda » Berita » Pemerintah Proyeksi Kebutuhan Investasi Migas Meningkat

Pemerintah Proyeksi Kebutuhan Investasi Migas Meningkat

Pemerintah Proyeksi Kebutuhan Investasi Migas Meningkat
Pemerintah Proyeksi Kebutuhan Investasi Migas Meningkat

Media Pendidikan – 22 Mei 2026 | Pemerintah memperkirakan kebutuhan investasi sektor energi akan meningkat signifikan dalam beberapa tahun mendatang. Termasuk pengembangan carbon capture and storage (CCS), seiring percepatan transisi dengan target menuju ketahanan energi nasional.

Sekretaris Jendral Dewan Energi Nasional (DEN), Dadan Kusdiana mengatakan kebijakan energi nasional yang diumumkan presiden pada September 2025 berfokus pada tiga aspek utama. Yakni ketahanan energi, transisi energi dan dekarbonisasi. “Pertama adalah bagaimana menjamin ketahanan energi, yang saat ini menjadi isu hangat. Kedua adalah bagaimana menjaga transisi energi, bagaimana Indonesia bergerak menuju energi bersih dan ketiga, yang baru dibandingkan kebijakan sebelumnya, adalah dekarbonisasi,” ujarnya.

Baca juga:

Saat ini, pemerintah tengah menyiapkan RUEN atau Rencana Umum Energi Nasional sebagai peta jalan energi nasional. Dokumen itu akan menjadi acuan implementasi berbagai program transisi energi lintas sektor. Dalam proyeksi pemerintah hingga 2060, porsi energi terbarukan dalam bauran energi primer diperkirakan mencapai sekitar 70 persen, sementara gas sekitar 20 persen dan minyak lima persen.

Baca juga:

“Kita akan memiliki banyak proyek besar, seperti ENI dan Masela, dan mungkin Andaman nantinya, semua itu membutuhkan investasi yang signifikan,” katanya. Selain dari proyek hulu migas, pemerintah juga mendorong investasi di sektor CCS sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi nasional.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *