Media Pendidikan – 22 Mei 2026 | Lembaga pemeringkat S&P Global Ratings menyoroti rencana Indonesia untuk mengendalikan pengiriman komoditas secara terpusat melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Rencana ini berpotensi menekan ekspor, mengurangi penerimaan pemerintah, serta memengaruhi neraca pembayaran negara.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Indonesia diperkirakan kehilangan hingga USD 900 miliar akibat praktik kurang bayar atau under invoicing dan transfer pricing dalam jual beli komoditas strategis Indonesia. “USD 900 miliar kita hilang. Bayangkan kalau USD 900 miliar kita nikmati, kita pakai,” kata Prabowo.
Skema ekspor komoditas satu pintu ini akan dimulai pada 1 Juni 2026, dengan DSI mencatat semua ekspor komoditas. Pada tahap kedua, DSI akan melakukan pembelian terhadap komoditas tersebut, dan pada 1 Januari 2027, DSI akan melakukan pembelian penuh.


Komentar