Media Pendidikan – 22 Mei 2026 | Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat telah menjangkau anak-anak di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) dari Sabang sampai Merauke. Foto: Dok. Kemensos
Sekolah Rakyat, salah satu program prioritas pengentasan kemiskinan, telah hadir di seluruh penjuru Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke. Sekolah gratis dengan konsep asrama ini juga menyasar daerah 3T.
“Jadi kalau kita lihat yang 166 sudah mulai melakukan proses belajar-mengajar sejak bulan Juli, Agustus atau September, Oktober tahun lalu, tahun 2025, itu tersebar mulai dari Sabang sampai Merauke. Jadi di Aceh ada, di Papua juga ada, di NTT ada, di Sulawesi Utara juga ada," kata Gus Ipul di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026).
“Jadi ada semua yang mewakili daerah-daerah 3T, seperti misalnya di Anambas atau di Natuna," tambahnya.
Saat ini, Sekolah Rakyat rintisan telah beroperasi di 166 titik tersebar di seluruh wilayah Indonesia sejak Juli-Oktober 2025. Beberapa lokasi berada di wilayah kepulauan dan daerah 3T.
Sebagai informasi, saat ini ada tiga Sekolah Rakyat rintisan yang telah beroperasi di daerah 3T di Maluku, yakni SRMA 40 Ambon, SRT 73 Maluku Tengah, dan SRT 74 Tual. Kemudian, empat lokasi baru juga telah diusulkan masuk pembangunan tahap berikutnya, yaitu di Ambon, Seram Bagian Timur, Aru, dan Maluku Tenggara.
Gus Ipul mengungkapkan bahwa Kemensos dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus berkoordinasi mengenai pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat. Pemerintah memiliki target Sekolah Rakyat yang akan menggunakan gedung permanen tahun ini sebanyak 100 lokasi dengan kapasitas masing-masing sekolah menampung 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
“Kita terus konsolidasi bersama Kementerian PU, diharapkan nanti tahun depan sudah bisa 200 gedung Sekolah Rakyat bisa dibangun. Kita sedang bekerja keras ini untuk supaya daerah bisa menyediakan tanah dengan seluruh persyaratan-persyaratan lainnya," katanya.
Sekolah Rakyat merupakan program Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan di Indonesia. Sekolah ini khusus menjangkau anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Hingga kini sekitar 15 ribu anak-anak dari keluarga pra sejahtera telah menikmati pendidikan gratis berkualitas di Sekolah Rakyat. Jumlah siswa yang akan mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat akan terus bertambah seiring dengan datangnya tahun ajaran baru pada Juli 2026 mendatang.


Komentar