Media Pendidikan – 21 Mei 2026 | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengeluarkan imbauan penting bagi pemerintah daerah serta seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.
Hal ini menyusul prediksi munculnya fenomena El Nino yang berpotensi memperparah kondisi iklim di wilayah DIY. BMKG memprediksi bahwa bulan depan, Jogja akan mulai memasuki musim kemarau, dan puncak kekeringan akan terjadi pada Juli hingga Oktober.
“Kita harus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau, karena kemarau dapat berdampak pada berbagai aspek kehidupan, seperti pertanian, kebutuhan air, dan kesehatan masyarakat,” kata BMKG.
Data dari BMKG menunjukkan bahwa curah hujan di Jogja telah mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2022, curah hujan di Jogja hanya mencapai 1.500 mm, jauh di bawah rata-rata curah hujan normal.
Oleh karena itu, BMKG menghimbaukan kepada masyarakat untuk melakukan konservasi air, menghemat penggunaan air, dan melakukan penanaman tanaman yang tahan kemarau.


Komentar