Media Pendidikan – 20 Mei 2026 | Pemerintah Kota Yogyakarta (Pemkot Yogya) telah menyampaikan perkembangan terkini penanganan kasus kekerasan dan penelantaran anak di daycare Little Aresha. Dari hasil pemeriksaan, terdapat 18 anak yang dinyatakan kurang gizi dan 12 anak mengalami penyimpangan perkembangan.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Yogya, Aan Iswanti, menjelaskan bahwa kurang gizi ini bahkan ada yang tidak terlihat secara fisik. "Akan tetapi karena kita melaksanakan pengukuran tumbuh kembang ini berdasarkan standar antropometri, sehingga bisa diketahui ada beberapa anak berat badannya kurang dan gizi kurang," katanya.
Penyimpangan perkembangan pada 12 anak tersebut termasuk speech delay atau keterlambatan bicara, gejala ke arah autisme, atau attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). "ADHD itu tadi banyak gerak, lebih hiperaktif gitu dibanding dengan teman sebayanya atau seusianya, sehingga ini yang perlu dirujuk," kata Aan.
Anak-anak ini dirujuk ke fasilitas kesehatan seperti puskesmas untuk mendapatkan pendampingan dari tim asuhan gizi serta dokter. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan pemeriksaan perkembangan yang lebih komprehensif.


Komentar