Pendidikan
Beranda » Berita » Ketika Obat Tak Lagi Mempan: AMR dan Urgensi Pendidikan Tenaga Kesehatan

Ketika Obat Tak Lagi Mempan: AMR dan Urgensi Pendidikan Tenaga Kesehatan

Ketika Obat Tak Lagi Mempan: AMR dan Urgensi Pendidikan Tenaga Kesehatan
Ketika Obat Tak Lagi Mempan: AMR dan Urgensi Pendidikan Tenaga Kesehatan

Media Pendidikan – 19 Mei 2026 | Setiap tahun, puluhan ribu orang Indonesia meninggal akibat infeksi yang seharusnya bisa diobati. Bukan karena tidak ada obatnya, melainkan karena obat itu sudah tidak mempan lagi.

Institute for Health Metrics and Evaluation (2025) mencatat bahwa lebih dari 40.000 nyawa hilang setiap tahunnya di Indonesia sejak 1990 akibat resistensi antimikroba (AMR), sebuah kondisi yang terjadi ketika bakteri, virus, jamur, dan parasit bermutasi sehingga tidak lagi merespons obat-obatan yang dirancang untuk mengatasinya.

Baca juga:

Secara global, skalanya jauh lebih mengerikan. Antimicrobial Resistance Collaborators (2022) dalam studi sistematis yang diterbitkan di The Lancet memperkirakan bahwa AMR secara langsung bertanggung jawab atas 1,27 juta kematian di seluruh dunia pada 2019 saja, dan berkontribusi pada 4,95 juta kematian lainnya.

World Health Organization (2023) menegaskan bahwa penyalahgunaan dan penggunaan berlebihan antimikroba pada manusia, hewan, dan tanaman adalah pendorong utama berkembangnya patogen resisten obat.

Baca juga:

Proyeksi ke depan semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan analisis beban global AMR dari tahun 1990 hingga 2021 yang dipublikasikan di The Lancet (2024), angka kematian yang dapat dikaitkan dengan AMR diproyeksikan meningkat menjadi 1,91 juta kematian per tahun pada 2050, dengan kematian terkait AMR mencapai 8,22 juta.

Merespons ancaman ini, komunitas kesehatan global bergerak. World Health Organization (2015) meluncurkan Global Action Plan on Antimicrobial Resistance yang disahkan oleh World Health Assembly melalui resolusi WHA67.25, dengan satu seruan yang terasa sederhana namun bermakna besar: jadikan AMR sebagai komponen inti dalam pendidikan dan pelatihan profesional kesehatan.

Baca juga:

Kini, pada Mei 2026, World Health Assembly sedang mempertimbangkan adopsi pembaruan rencana aksi global tersebut, sebuah proses yang oleh Global Antibiotic Research and Development Partnership (GARDP, 2025) disebut sebagai kesempatan unik untuk mengubah Deklarasi Politik PBB tentang AMR menjadi hasil yang nyata dan berkeadilan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *