Sains & Teknologi
Beranda » Berita » Waspada Monkey Malaria: Gejala, Penularan, dan Wilayah yang Rentan Terpapar

Waspada Monkey Malaria: Gejala, Penularan, dan Wilayah yang Rentan Terpapar

Waspada Monkey Malaria: Gejala, Penularan, dan Wilayah yang Rentan Terpapar
Waspada Monkey Malaria: Gejala, Penularan, dan Wilayah yang Rentan Terpapar

Media Pendidikan – 19 Mei 2026 | Malaria Knowlesi, juga dikenal sebagai “monkey malaria“, telah menjadi sorotan setelah kasusnya dilaporkan meningkat di sejumlah wilayah di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh parasit Plasmodium knowlesi yang umumnya menginfeksi monyet tertentu, seperti monyet ekor panjang dan monyet beruk.

Penularan terjadi ketika nyamuk menggigit monyet yang terinfeksi, lalu menggigit manusia sehingga parasit berpindah ke tubuh manusia. Kasus malaria Knowlesi sejauh ini lebih banyak ditemukan pada masyarakat yang tinggal di wilayah perhutanan, perkebunan, maupun area tambang, terutama daerah yang mengalami perubahan fungsi lahan.

Baca juga:

Salah satu wilayah dengan laporan kasus cukup tinggi adalah Aceh. Hingga April 2026, tercatat ada 79 kasus yang diduga berkaitan dengan malaria Knowlesi di wilayah tersebut. Gejala yang muncul cenderung serupa dengan malaria pada umumnya, seperti demam, sakit kepala, berkeringat, dan menggigil.

Baca juga:

Dr. Inke juga menjelaskan bahwa masa inkubasi malaria Knowlesi umumnya sekitar 1–2 minggu. Sehingga, penting untuk menanyakan riwayat perjalanan ke daerah berisiko tinggi. Jika seseorang baru kembali dari wilayah endemis dalam 1–2 minggu terakhir lalu muncul gejala malaria, maka hal tersebut perlu diwaspadai.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *