Media Pendidikan – 16 Mei 2026 | Kondisi Bank Sampah Bumi Lestari di Kelurahan Srengseng, Jakarta Barat, menunjukkan jika sampah rumah tangga jika dikelola dengan baik bisa memiliki nilai ekonomi.
Warga dapat menabung dari hasil setoran sampah anorganik, bahkan mengonversinya menjadi emas.
Ketua Bank Sampah Bumi Lestari, Sukini, mengatakan bank sampah ini berdiri sejak 15 Februari 2015.
Awalnya, operasional dijalankan secara swadaya oleh warga, tetapi pada April 2019 dibina PT Pegadaian dan mendapatkan dukungan sarana prasarana.
Bank sampah ini mengelola sampah anorganik seperti kardus, kertas, dan botol plastik.
Sampah yang disetor warga dipilah, ditimbang, lalu dijual ke pengepul dan bank sampah induk.
Hasilnya dicatat sebagai tabungan dan dalam sebulan, volume sampah yang terkumpul bisa mencapai lebih dari satu ton.
Ada sekitar 80 nasabah aktif dan sebagian di antaranya mengonversi tabungan sampah menjadi emas.
Manfaat ekonomi program ini dirasakan langsung oleh warga dan pengurus berharap ada dukungan lebih dari pemerintah.


Komentar