Media Pendidikan – 15 Mei 2026 | RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menjadi eksportir. Ia mengatakan bahwa pemerintah juga memperluas akses pasar global bagi produk lokal melalui program pendampingan ekspor dan business matching.
Mendag menyebutkan bahwa forum diskusi dilakukan untuk membantu pelaku UMKM memahami peluang ekspor. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang konsultasi bagi pelaku usaha dan eksportir muda.
"Forum-forum diskusi seperti ini dapat membantu teman-teman UMKM untuk semakin memahami bahwa produk-produknya memiliki potensi untuk ekspor. Selama ini, banyak pelaku UMKM yang sebenarnya punya produk bagus tetapi belum tahu caranya ekspor," kata Budi di Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.
Pemerintah juga menyediakan platform Inaexport sebagai layanan terpadu bagi pelaku usaha yang ingin menembus pasar global. Platform Inaexport memuat profil perusahaan buyer, katalog produk, dan informasi pasar dari perwakilan perdagangan RI.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Dirjen PEN) Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan bahwa akses informasi pasar dan pemanfaatan teknologi menjadi faktor penting bagi UMKM.
Pendiri Local Champion Indonesia (LCI) Dhika Yudistira mengatakan bahwa berbagai pihak perlu duduk bersama dalam mendukung UMKM. Menurutnya, penguatan ekosistem, regulasi, dan pelaku usaha perlu berjalan beriringan untuk mendorong produk Indonesia masuk pasar global.
Pengusaha batik asal Solo bernama Abdullah mengaku antusias mengikuti forum diskusi yang difasilitasi Kementerian Perdagangan. Menurutnya, kegiatan tersebut membantu pelaku usaha memahami tata cara ekspor yang sebelumnya menjadi kendala.


Komentar