Media Pendidikan – 15 Mei 2026 | Sekolah Menengah Atas (SMA) 1 Pontianak, Kalimantan Barat menyampaikan sikap tidak berpartisipasi dalam lomba cerdas cermat (LCC) yang diulang. SMA Negeri 1 menghormati hasil lomba yang telah diputuskan oleh dewan juri, dengan pemenang SMAN 1 Sambas.
SMAN 1 Pontianak memberikan dukungan kepada pemenang LCC SMAN 1 Sambas sebagai perwakilan Kalimantan Barat dalam ajang LCC 4 tingkat nasional. Pihak SMAN 1 Pontianak menegaskan tidak memiliki maksud apapun untuk menganulir hasil lomba.
Sejak awal, SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba. Melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi, demikian sikap SMAN 1 Pontianak.
LCC Pilar tingkat Kalimantan Barat menuai kontroversi karena juri dinilai tidak adil terhadap peserta lomba. Kontroversi bermula ketika nilai kelompok C yang merupakan SMAN 1 Pontianak dikurangi, sementara kelompok dari SMA 1 Sambas mendapat nilai kendati jawaban sama dengan peserta sebelumnya.
Dewan juri Dyastasita Widya Budi menganulir jawaban Josepha bahkan nilai dikurangi lima. Kemudian, MC membacakan soal sama, dan grup B dari SMAN 1 Sambas menekan bel dan menjawab BPK oleh DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD dan diresmikan oleh Presiden.
Dewan juri membenarkan jawaban kelompok B dan memberi nilai sempurna 10. Saat MC akan melanjutkan pertanyaan selanjutnya, Josepha mengangkat tangan dan menyampaikan protes karena jawabannya sama seperti kelompok B tetapi nilai dikurangi.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengatakan final LCC Empat Pilar tingkat Kalimantan Barat akan diulang. Pimpinan juga akan memakai juri yang independen.


Komentar