Media Pendidikan – 15 Mei 2026 | Rabu, 13 Mei 2026, di Jakarta Pusat, ratusan pelaku usaha dari berbagai daerah berkumpul dalam forum NGOPI. Mereka datang bukan sekadar membawa produk, tetapi juga harapan agar usaha kecil yang dirintis perlahan dapat dikenal hingga negeri seberang.
Forum NGOPI mempertemukan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dengan eksportir serta agregator. Ruang itu menjadi tempat bertukar cerita tentang perjuangan, kegagalan, dan jalan panjang menuju pasar global.
Pengusaha batik asal Solo, Abdullah, datang dengan semangat memahami peluang ekspor lebih dalam. Di balik lembar kain batiknya, tersimpan harapan agar warna dan motif tradisi Indonesia dapat dikenakan masyarakat dunia.
Pelaku kopi sangrai asal Jakarta, Hamzah, sibuk mencatat berbagai prosedur perdagangan internasional. Aroma kopi yang selama ini memenuhi ruang kecil usahanya, kini ingin ia kirim melintasi batas negara.
Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, hadir mendengarkan langsung keresahan para pelaku usaha dalam forum tersebut. Ia memperkenalkan program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berani Inovasi, Siap Adaptasi atau UMKM BISA Ekspor.
Kementerian Perdagangan memiliki 46 perwakilan dagang yang tersebar di 33 negara untuk membantu pelaku usaha menembus pasar global. Perwakilan itu terdiri atas Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) yang mendampingi proses ekspor.
Senja Jakarta perlahan tenggelam dan forum NGOPI menutup pertemuan dengan hangat. Percakapan di ruangan itu belum benar-benar usai. Di antara sisa aroma kopi dan tumpukan catatan kecil, mimpi para pelaku UMKM masih menyala, menunggu giliran menembus dunia.


Komentar