Media Pendidikan – 14 Mei 2026 | Organisasi Yakuza Maneges Pusat Kediri menggelar deklarasi pada Sabtu, 9 Mei 2026. Organisasi ini dipimpin oleh Den Gus Thuba Topo Broto Maneges, yang menegaskan bahwa organisasi tersebut bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan sarana perubahan dan pengabdian.
Gus Thuba mengungkapkan bahwa organisasi tersebut membawa filosofi dan makna yang mendalam. Yakuza memiliki makna "Yang Awalnya Kotor, Ujungnya Zuhud Abadi."
Yakuza Maneges bukan organisasi yang berdiri berseberangan dengan negara, melainkan hadir untuk mendukung dan berjalan bersama aparat penegak hukum. Organisasi ini berdiri dengan semangat spiritual dan kemanusiaan yang kuat.
Gus Thuba menuturkan bahwa Yakuza Maneges merupakan tempat bagi mereka yang disebut "santri jalur kiri." Yakni mereka yang tersesat, berada di jalan yang riuh, bahkan terjatuh dalam dosa yang berat, namun masih memiliki niat dan tekad untuk berbenah diri, kembali ke jalan yang benar, dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengapresiasi kehadiran organisasi tersebut. Ia menuturkan bahwa tidak banyak orang berani menggunakan nama "Yakuza" yang identik dengan kelompok mafia di Jepang. Namun, menurutnya, Gus Thuba melahirkan Yakuza dengan makna berbeda, yakni membawa semangat dakwah dengan filosofi "yang awalnya kotor, ujungnya zuhud abadi."
Visi Pemerintah Kota Kediri untuk mewujudkan Kota Kediri MAPAN, yakni maju, agamis, produktif, aman, dan ngangeni. Menurutnya, makna terdalam dari visi tersebut adalah "ngangeni", karena bukan sekadar tentang pembangunan fisik, tetapi bagaimana masyarakat merasa dipeluk oleh kotanya sendiri, merasa diperhatikan, dan tidak berjalan sendirian.


Komentar