Media Pendidikan – 11 Mei 2026 | RRI.CO.ID, Saint Petersburg – Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin), Faisol Riza, mengatakan Indonesia memandang Rusia sebagai mitra strategis pembangunan industri nasional. Menurut dia, seluruh potensi kerja sama perlu segera ditransformasikan menjadi langkah nyata yang memberikan manfaat bagi kedua negara.
Faisol menyampaikan pernyataan tersebut pada pertemuannya dengan Wakil Menteri Perdagangan dan Perindustrian Rusia, Vladimirovich Gruzdev, dalam rangkaian kegiatan Indonesia-Russia Business and Investment Forum 2026 di Saint Petersburg, Rusia.
Forum tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, pada tanggal 13 April 2026. Ini sekaligus menegaskan komitmen kedua negara untuk memperdalam kerja sama di berbagai sektor prioritas.
Nilai perdagangan nonmigas kedua negara tercatat mencapai USD4,04 miliar hingga Oktober 2025. Ini menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten sejak tahun 2020.
Faisol menekankan pentingnya mengakselerasi program kerja sama yang terukur dan berkelanjutan pada berbagai sektor, seperti industri manufaktur, galangan kapal, petrokimia, serta farmasi dan alat kesehatan.
Kedua negara juga menyepakati percepatan implementasi Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (I–EAEU FTA). Ditargetkan ini mulai berlaku efektif pada tahun depan untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan volume perdagangan kedua negara.
Indonesia dan Rusia memandang pentingnya kerja sama melalui forum multilateral seperti BRICS Centre for Industrial Competences (BCIC). Ini dinilai sebagai wadah strategis untuk mendukung transformasi industri dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.


Komentar