Media Pendidikan – 11 Mei 2026 | Nenek Jumaria, seorang jemaah haji asal Indonesia, memiliki kisah yang luar biasa dalam perjalanannya menuju Tanah Suci. Ia harus menabung puluhan tahun dengan hasil berkebun untuk bisa berhaji.
Sehari-hari, Nenek Jumaria bekerja di sawah dan menerima upah kecil dari bekerja di kebun milik orang lain. Ia menyimpan uang hasil kerjanya dengan disiplin, bahkan menyimpannya di tempat-tempat sederhana agar aman dan tidak digunakan untuk kebutuhan lain.
"Kerja di sawah. Kalau pagi jam 6 pergi, bawa air setengah liter. Habis itu pulang. Pulang mandi, sudah mandi, makan. Sudah makan, tidur sedikit, baru salat," ujarnya.
Nenek Jumaria dipilih sebagai Ikon Haji 2026 karena kisahnya yang luar biasa. Ia memiliki kondisi fisik yang masih bugar dan kuat, meskipun sudah berusia hampir 70 tahun.
Ia mengaku bahwa hasil panen yang diperoleh tidak langsung dihabiskan untuk kebutuhan sehari-hari, melainkan disisihkan dan disimpan sedikit demi sedikit sebagai tabungan haji.
"Kalau sudah panen padi, saya jual, baru kusimpan," katanya.
Kini, seluruh perjuangan panjang itu terbayar lunas. Di Tanah Suci, Nenek Jumaria hanya bisa bersyukur karena cita-cita yang dipendam selama puluhan tahun akhirnya menjadi kenyataan.


Komentar