Media Pendidikan – 09 Mei 2026 | Fenomena api biru di Kawah Ijen kembali menjadi sorotan usai viral video seorang guide menyalakan api menggunakan korek di area kawah. Fenomena ini memicu pertanyaan publik soal kondisi blue fire yang disebut-sebut mulai padam.
Mirzam Abdurrachman, Dosen Kelompok Keahlian Petrologi, Vulkanologi dan Geokimia ITB, menjelaskan bahwa fenomena api biru hanya bisa muncul jika suatu gunung api memiliki syarat geologi yang sangat spesifik. “Harus ada bahan bakunya. Sama seperti kompor gas, apinya bisa biru karena ada gasnya,” ujar Mirzam.
Mirzam menambahkan, gas belerang yang keluar dari perut bumi memiliki tekanan dan temperatur sangat tinggi, bahkan mencapai sekitar 600 derajat Celsius. Saat gas tersebut bertemu oksigen, gas langsung terbakar dan menghasilkan nyala berwarna biru.
“Kalau apinya mulai melemah, itu tanda tekanan gasnya menurun dan gas beracun bisa keluar. Jadi sebenarnya tidak perlu dipantik,” ujar Mirzam.


Komentar