Media Pendidikan – 09 Mei 2026 | RRI.CO.ID, Jakarta – Indonesia Development Monitoring (IDM) merilis survei terbaru terkait keterlibatan Polri dalam program pemerintah Presiden Prabowo Subianto. Hasil survei menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 79,2 persen secara nasional.
Survei dilakukan terhadap 1.580 responden yang tersebar di 34 provinsi selama periode 7 hingga 20 April 2026. Indonesia Development Monitoring menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.
Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring Dedi Rohman mengatakan respons masyarakat terhadap keterlibatan Polri cenderung positif. Penilaian tersebut terutama berkaitan dengan program ketahanan pangan dan Makan Bergizi Gratis (MBG).
‘Sebanyak 52,3 persen responden mengetahui adanya peran kepolisian dalam program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto. Sementara 45,2 persen tidak mengetahui dan 2,5 persen lainnya tidak menjawab,’ ujarnya kepada wartawan, Sabtu, 8 Mei 2026.
Dalam survei tersebut, sebanyak 78,7 persen responden mengapresiasi keterlibatan Polri mendukung program ketahanan pangan pemerintah. Menurut responden, keterlibatan tersebut membantu mewujudkan swasembada pangan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
‘Sementara 17,4 persen responden kurang mengapresiasi karena menganggap itu bukan tugas utama Polri. Sisanya sebanyak 3,9 persen responden memilih tidak menjawab pertanyaan survei,’ katanya.
Selain program ketahanan pangan, tingkat apresiasi masyarakat terhadap keterlibatan Polri dalam program MBG juga cukup tinggi. Sebanyak 83,8 persen responden memberikan penilaian positif terhadap peran aktif kepolisian dalam mendukung program tersebut.
‘Sebanyak 13,8 persen responden kurang mengapresiasi keterlibatan Polri dalam program MBG dan 2,4 persen lainnya tidak menjawab. Namun mayoritas responden tetap memberikan penilaian positif terhadap keterlibatan kepolisian,’ ujarnya.
Lebih lanjut, Dedi menilai tingginya apresiasi publik terhadap program MBG berkaitan dengan perhatian internasional terhadap program tersebut. Sorotan tersebut muncul melalui kunjungan Delegasi Kedutaan Besar Prancis dan Badan Gizi Nasional ke SPPG Polri Pejaten.
‘Rockefeller Foundation juga mengapresiasi inovasi Polri membangun sistem penyediaan pangan bergizi yang efisien dan aman. Program tersebut dinilai mampu memberdayakan masyarakat melalui pendekatan pelayanan langsung,’ katanya.
Selain menyoroti program pangan dan MBG, survei IDM juga mengukur persepsi masyarakat terhadap keamanan nasional. Hasilnya, sebanyak 88,7 persen responden mengaku merasa aman berjalan di luar rumah pada malam hari.
Dalam aspek pelayanan publik, sebanyak 81,2 persen responden mengaku puas terhadap pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Penilaian tersebut meliputi pelayanan surat izin mengemudi, laporan masyarakat, hingga pengaturan arus mudik dan lalu lintas.
Sebanyak 16,6 persen responden menyatakan belum puas terhadap pelayanan kepolisian dan 2,2 persen tidak menjawab. Namun secara umum, tingkat kepuasan publik terhadap pelayanan Polri tergolong tinggi.
Pada aspek penegakan hukum, sebanyak 75,1 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja kepolisian selama ini. Penilaian tersebut terutama berkaitan dengan pemberantasan judi, narkoba, perdagangan manusia, dan penimbunan bahan bakar minyak.
Sebanyak 20,7 persen responden mengaku belum puas terhadap penegakan hukum yang dilakukan kepolisian secara nasional. Sementara itu, sebanyak 4,2 persen responden lainnya memilih tidak menjawab pertanyaan yang diajukan survei.
Dalam aspek pengawasan internal, sebanyak 76,7 persen responden mengaku puas terhadap langkah Polri menindak pelanggaran anggota. Sementara 20,4 persen responden menyatakan tidak puas dan 2,9 persen lainnya tidak memberikan jawaban.
Survei tersebut juga mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai angka 79,2 persen secara nasional. Menurut Dedi, angka tersebut menunjukkan tren pemulihan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian setelah peristiwa Agustus 2025.
‘Hasil survei kinerja Polri juga memiliki korelasi kuat dengan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam survei yang sama, sebanyak 80,7 persen responden mengaku puas terhadap kinerja Presiden,’ katanya.
Kepuasan terhadap Presiden Prabowo Subianto terutama berkaitan dengan program ketahanan pangan dan program MBG yang berjalan nasional. Selain itu, masyarakat juga menyoroti ketersediaan bahan bakar minyak, pangan, dan kondisi keamanan nasional.


Komentar