Olahraga
Beranda » Berita » Janice Tjen Tersingkir di Putaran Awal Italian Open 2026, Kalah 4-6 4-6 dari Peyton Stearns

Janice Tjen Tersingkir di Putaran Awal Italian Open 2026, Kalah 4-6 4-6 dari Peyton Stearns

Janice Tjen Tersingkir di Putaran Awal Italian Open 2026, Kalah 4-6 4-6 dari Peyton Stearns
Janice Tjen Tersingkir di Putaran Awal Italian Open 2026, Kalah 4-6 4-6 dari Peyton Stearns

Media Pendidikan – 07 Mei 2026 | Janice Tjen, pemain tenis asal Indonesia, harus menerima kekalahan di putaran pertama Italian Open 2026 yang berlangsung pada Rabu, 6 Mei 2026, di arena legendaris Foro Italico, Roma.

Dalam laga melawan petenis muda asal Amerika Serikat, Peyton Stearns, Janice kalah dalam dua set dengan skor identik 4-6, 4-6. Meskipun memulai set pertama dengan servis yang akurat dan memimpin 3-1, ia tidak mampu mempertahankan keunggulan tersebut.

Baca juga:

Detail Pertandingan

Stearns meningkatkan intensitas permainan setelah tertinggal, berhasil menyamakan kedudukan menjadi 4-4 dan kemudian mengambil alih dengan memimpin 5-4 sebelum menutup set pertama 6-4. Pada set kedua, suhu panas Roma menambah tekanan. Janice kembali memulai dengan keunggulan 3-1, namun Stearns kembali mengejar hingga menyamakan skor 3-3, lalu melaju unggul 5-4 dan menutup pertandingan 6-4, memastikan langkah ke babak 64 besar.

Setelah pertandingan, Janice mengungkapkan rasa kecewa namun tetap optimis. “Saya sudah berusaha maksimal, namun hari ini belum cukup untuk melaju,” ujarnya kepada wartawan.

Baca juga:

Stearns selanjutnya akan berhadapan dengan rekan senegaranya, Madison Keys, yang merupakan unggulan ke-17 dan memperoleh bye pada babak pertama.

Rekor dan Prospek Janice

Kekalahan ini menambah catatan kurang menguntungkan bagi Janice di turnamen papan atas, mengingat ia juga terhenti di babak pertama pada Indian Wells dan Miami sebelumnya. Meski demikian, peluangnya di nomor ganda masih terbuka. Ia akan kembali berpasangan dengan Aldila Sutjiadi, duo yang sebelumnya menembus babak perempat final Madrid Open.

Baca juga:

Penampilan ganda tersebut diharapkan menjadi titik balik, mengingat keduanya telah menunjukkan sinergi kuat dalam kompetisi Eropa. Dengan pengalaman yang terus bertambah, Janice bertekad memperbaiki performa di turnamen berikutnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *