Internasional
Beranda » Berita » Saudi Perluas Fasilitas Pendingin di Arafah Menjelang Puncak Haji 2026

Saudi Perluas Fasilitas Pendingin di Arafah Menjelang Puncak Haji 2026

Saudi Perluas Fasilitas Pendingin di Arafah Menjelang Puncak Haji 2026
Saudi Perluas Fasilitas Pendingin di Arafah Menjelang Puncak Haji 2026

Media Pendidikan – 07 Mei 2026 | Pemerintah Arab Saudi memperluas jaringan peneduh dan pendingin di Arafah menjelang puncak ibadah haji, sebagai upaya melindungi jutaan jemaah dari panas ekstrem. Proyek tersebut dikelola oleh Kidana Development Company di bawah otoritas Kota Makkah dan Pengelola Tempat Suci.

Fase pertama pembangunan mencakup tiga kanopi modern, enam kipas kabut, serta lebih dari 165 kolom kipas kabut yang tersebar di sekitar Jabal Rahmah, titik strategis pelaksanaan wukuf. Pada fase kedua, ruang lingkup diperluas dengan penambahan 18 kanopi, 36 kipas kabut, tujuh unit pendingin udara, dan 107 kolom kipas kabut. Bila digabungkan, total area yang dilayani mencapai lebih dari 272 ribu meter persegi, meningkatkan kapasitas area teduh hingga lima kali lipat dibandingkan musim haji sebelumnya.

Baca juga:

Integrasi sistem pendingin pada fase kedua dirancang agar aliran udara sejuk dan kabut halus dapat menjangkau area berkumpul jemaah secara merata. Dengan tambahan unit pendingin udara, suhu di zona wukuf diharapkan turun secara signifikan, mengurangi risiko dehidrasi dan kelelahan akibat paparan sinar matahari langsung.

Kepala Seksi Kesehatan PPIH Daker Madinah, Enny Nuryanti, menekankan pentingnya langkah tersebut. “Heat stroke merupakan kondisi darurat akibat panas berlebih. Ini terjadi saat suhu tubuh tinggi karena paparan matahari atau aktivitas luar,” ujarnya pada Rabu, 6 Mei 2026. Ia menambahkan bahwa gejala utama meliputi suhu tubuh di atas 40 °C, pusing, mual, muntah, hingga kejang, sehingga fasilitas pendingin menjadi faktor krusial dalam menjaga keselamatan jemaah.

Baca juga:

Data resmi menunjukkan bahwa pada musim haji sebelumnya, kasus heat stroke meningkat signifikan ketika suhu di Arafah melampaui 45 °C. Dengan penambahan kanopi, kipas kabut, dan pendingin udara, otoritas berharap angka tersebut dapat ditekan secara drastis, sekaligus meningkatkan kenyamanan beribadah bagi jemaah yang berkumpul dalam satu titik pada waktu bersamaan.

Proyek ini juga mencerminkan komitmen Saudi Arabia untuk meningkatkan standar pelayanan kesehatan selama haji, sejalan dengan rencana teknologi lain seperti sistem deteksi jalan yang akan dipasang pada 2026. Pengawasan terus dilakukan oleh tim medis dan keamanan, memastikan bahwa setiap fasilitas berfungsi optimal selama periode wukuf yang paling padat.

Baca juga:

Dengan fasilitas pendingin Arafah yang lebih luas dan terintegrasi, diharapkan pengalaman ibadah haji tahun ini akan lebih aman, nyaman, dan bebas dari ancaman heat stroke, sekaligus menegaskan posisi Saudi Arabia sebagai tuan rumah haji yang responsif terhadap kebutuhan kesehatan jemaah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *