Pendidikan
Beranda » Berita » PAUD Koja Terapkan Sistem Bayar Sekolah dengan Sampah, Orangtua Tinggalkan Uang Tunai

PAUD Koja Terapkan Sistem Bayar Sekolah dengan Sampah, Orangtua Tinggalkan Uang Tunai

PAUD Koja Terapkan Sistem Bayar Sekolah dengan Sampah, Orangtua Tinggalkan Uang Tunai
PAUD Koja Terapkan Sistem Bayar Sekolah dengan Sampah, Orangtua Tinggalkan Uang Tunai

Media Pendidikan – 06 Mei 2026 | Di wilayah Koja, Jakarta Utara, sebuah satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) memperkenalkan cara unik untuk menutup biaya pendidikan. Orangtua tidak lagi diminta membayar uang sekolah, melainkan hanya diminta membawa sampah yang telah dipilah sesuai jenisnya.

Program ini diluncurkan pada awal tahun ajaran ini dan telah menarik perhatian sejumlah warga sekitar. Setiap hari, orangtua murid menyerahkan sampah organik, anorganik, dan daur ulang ke petugas yang ditempatkan di pintu masuk sekolah. Sampah yang terkumpul kemudian disalurkan ke program pengelolaan limbah daerah, sehingga memberi manfaat ganda bagi pendidikan dan lingkungan.

Baca juga:

Penerapan Sistem Pembayaran

Selain mengurangi beban finansial keluarga, inisiatif ini juga membantu mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) setempat. Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara melaporkan penurunan sebesar 12 persen pada volume sampah rumah tangga di wilayah Koja sejak program dimulai.

Para orangtua menyatakan rasa lega karena tidak perlu mengeluarkan uang tambahan untuk pendidikan anak. Seorang ibu murid mengungkapkan, “Kami merasa terbantu karena bisa tetap menyekolahkan anak tanpa mengorbankan kebutuhan lain di rumah, sekaligus berkontribusi pada kebersihan lingkungan.”

Baca juga:

Keberhasilan program ini diharapkan menjadi contoh bagi PAUD lain di Indonesia. Pemerintah daerah berjanji akan mengevaluasi hasilnya secara berkala dan mempertimbangkan perluasan skema serupa ke jenjang pendidikan dasar.

Dengan mengintegrasikan pendidikan dan pengelolaan sampah, PAUD Koja menunjukkan bahwa solusi kreatif dapat mengatasi masalah ekonomi sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *