Media Pendidikan – 06 Mei 2026 | Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan komitmen memperkuat tata kelola, perlindungan jemaah, dan pencegahan haji ilegal dalam rangka ibadah haji 2026. Juru bicara Maria Assegaf mengingatkan warga Indonesia (WNI) agar tidak tergoda tawaran haji tanpa antre melalui jalur non‑resmi.
Operasional Haji Hingga 5 Mei 2026
Dari sisi kesehatan, tercatat 10.746 jemaah dirawat jalan, 139 dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan 208 dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi dengan 76 orang masih dalam perawatan.
Pencegahan Haji Ilegal
Maria Assegaf menyampaikan bahwa dalam satu pekan terakhir KJRI Jeddah menangkap 10 WNI yang diduga terlibat dalam promosi dan jual‑beli haji ilegal. Penindakan serupa juga diterapkan pada warga negara asing lain. Ia menegaskan, “Pemerintah Indonesia mendukung penuh kebijakan Arab Saudi, La Haj bila Tasrih, atau tidak ada haji tanpa izin resmi. Jika ada WNI yang menghadapi proses hukum, penanganannya sepenuhnya kami serahkan kepada otoritas hukum Arab Saudi. Pemerintah Indonesia tidak akan melakukan intervensi.”
Penindakan tidak hanya menyasar calon jemaah, tetapi juga pihak yang mengorganisir, memfasilitasi, atau mempromosikan praktik haji ilegal. Di dalam negeri, Satgas Haji Ilegal yang melibatkan Kemenhaj, Polri, Kementerian Imigrasi, dan Pemasyarakatan terus melakukan pemantauan di titik‑titik pemberangkatan strategis. “Operasi Satgas Haji Ilegal telah menggagalkan sejumlah keberangkatan yang diduga terkait haji ilegal. Ini bentuk kehadiran negara untuk melindungi masyarakat dari penipuan dan eksploitasi berkedok keberangkatan haji,” kata Maria.
Ajakan Kemenhaj kepada Masyarakat
Kemenhaj mengimbau masyarakat agar tidak tergoda tawaran haji tanpa antre karena risikonya meliputi kerugian finansial, sanksi pidana, deportasi, hingga larangan masuk Arab Saudi hingga 10 tahun. Ia menekankan pentingnya melaporkan indikasi penipuan kepada aparat kepolisian.
Selain itu, Kemenhaj mengapresiasi jemaah, petugas, ketua regu, ketua rombongan, dan pembimbing KBIHU yang telah menjaga ketertiban serta mematuhi arahan petugas.
Kesehatan Jemaah di Tanah Suci
Suhu di Madinah dan Makkah berkisar antara 37‑39°C. Kemenhaj mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi fisik, cukup istirahat, memperbanyak minum air, menggunakan pelindung diri, dan segera melapor kepada petugas kesehatan bila mengalami gangguan.
Dengan langkah-langkah preventif, Kemenhaj berharap ibadah haji dapat dilaksanakan secara sah, aman, tertib, dan khusyuk, sehingga jemaah dapat menunaikan rukun Islam dengan optimal.


Komentar