Nasional
Beranda » Berita » Meninggalnya Dr Myta Aprilia Selama Internship, PDIP Desak Audit Investigatif

Meninggalnya Dr Myta Aprilia Selama Internship, PDIP Desak Audit Investigatif

Meninggalnya Dr Myta Aprilia Selama Internship, PDIP Desak Audit Investigatif
Meninggalnya Dr Myta Aprilia Selama Internship, PDIP Desak Audit Investigatif

Media Pendidikan – 05 Mei 2026 | Baru-baru ini, dunia medis Indonesia dikejutkan oleh meninggalnya Dr Myta Aprilia Azmy, dokter muda yang sedang menjalani program internship di RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi. Kejadian tragis ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai standar keselamatan bagi para intern medis.

Dr Myta, lulusan kedokteran yang baru menyelesaikan fase awal kariernya, ditempatkan di rumah sakit tersebut sebagai bagian dari program magang yang biasanya berlangsung selama satu tahun. Pada saat kejadian, ia masih dalam tahap rotasi klinis di unit gawat darurat ketika kondisi kesehatannya tiba-tiba memburuk. Tim medis setempat berupaya melakukan resusitasi, namun upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkannya.

Baca juga:

Reaksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)

Anggota DPRD PDIP, Pulung, menyatakan keprihatinannya dan menuntut transparansi dalam penyelidikan. “Kami menuntut adanya audit investigatif untuk mengungkap penyebab kematian Dr Myta,” kata Pulung dalam konferensi pers di Jakarta. Ia menambahkan bahwa keluarga dokter tersebut berhak mendapatkan penjelasan yang jelas dan akurat.

Pulung menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keselamatan dan supervisi di rumah sakit yang menerima intern. “Tidak boleh ada lagi kasus serupa yang menimpa tenaga medis muda yang masih dalam proses belajar,” ujarnya.

RSUD KH Daud Arif, yang terletak di tengah kota Kuala Tunggal, Jambi, telah menjadi pusat layanan kesehatan bagi ribuan warga setempat. Rumah sakit ini melayani lebih dari 150.000 pasien tiap tahunnya, termasuk program pendidikan bagi mahasiswa kedokteran dari beberapa universitas di wilayah Sumatera. Namun, peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran mengenai kesiapan fasilitas dalam menangani situasi darurat bagi para intern.

Baca juga:

Sebagai respons, pimpinan rumah sakit menyatakan akan bekerja sama dengan otoritas kesehatan provinsi untuk melakukan audit internal. Mereka berjanji akan menyampaikan hasil temuan secara terbuka kepada publik dan keluarga Dr Myta.

Kasus kematian Dr Myta juga menyoroti perlunya regulasi yang lebih ketat terkait perlindungan kesehatan mental dan fisik intern. Menurut data Kementerian Kesehatan, terdapat lebih dari 3.000 dokter intern yang tersebar di rumah sakit pemerintah dan swasta di seluruh Indonesia. Meskipun data kecelakaan kerja di kalangan intern masih terbatas, insiden ini menjadi panggilan untuk meningkatkan standar pengawasan.

Sejauh ini, pihak kepolisian belum mengeluarkan laporan resmi mengenai penyebab pasti kematian. Keluarga Dr Myta berharap proses investigasi dapat berlangsung cepat dan transparan, sehingga tidak ada spekulasi yang merusak reputasi institusi kesehatan terkait.

Baca juga:

Dengan tekanan publik dan politik yang meningkat, audit investigatif yang diminta oleh PDIP diharapkan menjadi langkah awal untuk memperbaiki sistem magang kedokteran di Indonesia. Kejadian ini menjadi peringatan bagi seluruh pihak terkait agar menempatkan keselamatan dan kesejahteraan intern sebagai prioritas utama.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *