Daerah
Beranda » Berita » Kali Bekasi Meluap, 3 Kecamatan Terendam: Banjir Besar Mengguncang Selasa Pagi

Kali Bekasi Meluap, 3 Kecamatan Terendam: Banjir Besar Mengguncang Selasa Pagi

Kali Bekasi Meluap, 3 Kecamatan Terendam: Banjir Besar Mengguncang Selasa Pagi
Kali Bekasi Meluap, 3 Kecamatan Terendam: Banjir Besar Mengguncang Selasa Pagi

Media Pendidikan – 05 Mei 2026 | Kali Bekasi meluap pada Selasa, 5 Mei 2026, mengakibatkan permukiman di tiga kecamatan terendam, memaksa ribuan warga mengungsi.

“Kali Bekasi meluap imbas kiriman air hulu,” ujar salah satu saksi mata yang berada di wilayah terdampak. Ia menambahkan bahwa air mengalir deras menembus pintu gerbang rumah warga, memaksa mereka mencari tempat tinggi atau menunggu bantuan.

Baca juga:

Pemerintah Kabupaten Bekasi segera mengaktifkan posko darurat di tiga kecamatan tersebut. Tim SAR dan BNPB menyiapkan perahu karet serta truk tangki untuk mengevakuasi warga. Hingga pukul 12.00 WIB, lebih dari 1.200 orang telah dipindahkan ke balai pertemuan desa dan aula sekolah terdekat.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat bahwa wilayah terdampak mencakup sekitar 4,5 kilometer persegi lahan pertanian dan perumahan. Sekitar 350 rumah rusak parah, 780 rumah mengalami kerusakan ringan, serta sejumlah fasilitas umum seperti jalan desa dan jembatan kecil mengalami kerusakan struktural.

Baca juga:

Petugas menilai penyebab utama banjir adalah curah hujan tinggi di daerah hulu serta kurang optimalnya sistem drainase di sepanjang alur sungai. Pihak berwenang berencana melakukan perbaikan dan pembersihan sungai secara berkala untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Sementara itu, warga yang masih terjebak di daerah rendah diberikan bantuan makanan, air bersih, dan perlengkapan darurat. Relawan dari Palang Merah Indonesia (PMI) dan lembaga sosial setempat turut membantu distribusi bantuan.

Baca juga:

Pengamat lingkungan memperingatkan bahwa perubahan iklim dapat memperparah intensitas aliran air hulu, sehingga meningkatkan risiko banjir di daerah aliran sungai seperti Bekasi. Mereka menekankan pentingnya pengelolaan DAS (Daerah Aliran Sungai) yang berkelanjutan.

Dengan situasi yang masih dinamis, otoritas setempat terus memantau perkembangan ketinggian air serta menyiapkan langkah‑langkah mitigasi tambahan. Warga diharapkan tetap waspada dan mengikuti arahan evakuasi bila diperlukan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *