Media Pendidikan – 03 Mei 2026 | Modus penipuan berkedok penyewaan perlengkapan acara kembali memakan korban di wilayah Tangerang Selatan. Pada akhir pekan lalu, seorang pelaku usaha dekorasi yang berlokasi di Ciputat Timur melaporkan kehilangan ratusan kursi dan blower yang sebelumnya dijadwalkan untuk disewakan.
Pihak kepolisian setempat sudah membuka penyelidikan kasus ini. Polisi menegaskan bahwa modus serupa sudah pernah terjadi di daerah lain, di mana penipu memanfaatkan kebutuhan mendesak penyelenggara acara untuk menipu pemilik perlengkapan. Dalam kasus ini, korban melaporkan kerugian material yang signifikan, mengingat jumlah kursi dan blower yang hilang mencapai ratusan unit.
Petugas mengingatkan pelaku usaha dan penyelenggara acara untuk selalu memverifikasi identitas penyewa sebelum menyerahkan perlengkapan. “Kami menyarankan penggunaan kontrak tertulis serta verifikasi latar belakang pihak yang akan menyewa,” ujar salah satu pejabat kepolisian yang tidak disebutkan namanya. Data dari Dinas Perizinan setempat menunjukkan bahwa wilayah Ciputat Timur memang menjadi titik konsentrasi penyewaan perlengkapan acara karena banyaknya event komunitas dan pernikahan kecil.
Kasus ini juga menambah catatan panjang mengenai kejahatan penipuan di sektor event organizer. Menurut Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), laporan penipuan dalam penyewaan perlengkapan acara meningkat 15% pada kuartal terakhir tahun ini. Meskipun tidak ada angka pasti mengenai kerugian total, estimasi kerugian per kasus dapat mencapai puluhan juta rupiah.
Sejauh ini, pelaku belum diketahui identitas lengkapnya, namun pihak berwenang sedang melacak jejak pembayaran digital yang digunakan oleh penipu. Jika terbukti bersalah, pelaku dapat dikenai sanksi pidana penipuan serta ganti rugi kepada korban.
Kasus ini menegaskan pentingnya kewaspadaan dalam transaksi penyewaan perlengkapan acara, terutama di wilayah dengan volume event tinggi seperti Tangerang Selatan. Masyarakat diharapkan melaporkan segala indikasi penipuan kepada pihak berwenang untuk mencegah kerugian lebih lanjut.


Komentar