Nasional
Beranda » Berita » Pembantu Curi Emas di Makassar Beli Mobil dan Rumah Mewah

Pembantu Curi Emas di Makassar Beli Mobil dan Rumah Mewah

Pembantu Curi Emas di Makassar Beli Mobil dan Rumah Mewah
Pembantu Curi Emas di Makassar Beli Mobil dan Rumah Mewah

Media Pendidikan – 03 Mei 2026 | Polrestabes Makassar mengungkap kasus pencurian emas serta uang tunai yang dilakukan oleh seorang asisten rumah tangga berusia 34 tahun, yang dikenal dengan inisial RG. Penangkapan terjadi pada pertengahan bulan ini setelah majikannya melaporkan kerugian yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Polisi mengonfirmasi bahwa total nilai barang yang hilang diperkirakan mencapai sekitar Rp 250 juta. “Saya tidak sengaja mengambilnya,” ujar RG saat interogasi, menambahkan bahwa ia merasa terpaksa karena kebutuhan finansial pribadi.

Baca juga:

Penyelidikan mengungkap bahwa RG telah memanfaatkan kepercayaan majikannya selama hampir satu tahun. Setiap kali ada transaksi, ia menyembunyikan barang curian di laci pribadi sebelum memindahkannya ke pihak ketiga, sehingga sulit dideteksi oleh korban.

Kasus ini menimbulkan keprihatinan di kalangan masyarakat Makassar, khususnya para pemilik pekerja rumah tangga. Pihak kepolisian menegaskan pentingnya kontrol yang lebih ketat serta pemeriksaan latar belakang bagi asisten rumah tangga, mengingat potensi penyalahgunaan kepercayaan yang tinggi.

Baca juga:

Dalam proses hukum, RG dijerat dengan pasal pencurian dengan nilai barang yang hilang melebihi Rp 100 juta, yang dapat berujung pada hukuman penjara maksimal dua belas tahun. Sementara itu, majikannya masih menuntut ganti rugi secara perdata untuk menutupi kerugian finansial yang diderita.

Spokesperson Polrestabes Makassar menambahkan, “Kasus serupa memang jarang terjadi, namun kami terus meningkatkan patroli dan edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi penipuan di lingkungan kerja rumah tangga.”

Baca juga:

Reaksi publik di media sosial pun mengalir deras, banyak yang mengingatkan pentingnya transparansi dalam pengelolaan barang berharga di rumah serta mengusulkan regulasi yang lebih tegas bagi pekerja domestik yang terbukti melakukan kejahatan.

Kasus ini menjadi pelajaran bagi keluarga kelas menengah ke atas yang menempatkan pekerja rumah tangga dalam lingkungan rumah mereka. Pengawasan yang cermat dan komunikasi terbuka dianggap menjadi langkah preventif yang paling efektif untuk menghindari kerugian serupa di masa depan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *