Guru & Dosen
Beranda » Berita » Hormati Profesi Guru, PB PGRI Tekan Peningkatan Mutu Pendidikan Nasional

Hormati Profesi Guru, PB PGRI Tekan Peningkatan Mutu Pendidikan Nasional

Hormati Profesi Guru, PB PGRI Tekan Peningkatan Mutu Pendidikan Nasional
Hormati Profesi Guru, PB PGRI Tekan Peningkatan Mutu Pendidikan Nasional

Media Pendidikan – 03 Mei 2026 | Jakarta, 30 April 2026 – Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Unifah Rosyidi, menegaskan bahwa menghormati profesi guru menjadi faktor utama dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Unifah menekankan perlunya kepastian masa depan bagi seluruh tenaga pendidik serta pengurangan beban administrasi.

Unifah menyampaikan bahwa kualitas pendidikan nasional harus dimulai dengan menjamin stabilitas karier guru. “Pendidikan bermutu bagi semua, kepastian masa depan pendidik guru dan pendidikan, pendidik gitu. Itu penting banget dan mengurangi beban administrasi guru dan punya sistem tata kelola yang baik dalam pendidikan itu,” ujarnya di Jakarta. Ia menambahkan bahwa guru perlu mendapatkan kepercayaan dan pendampingan terus‑menerus agar kompetensi profesionalnya dapat berkembang secara dinamis, tanpa terjebak dalam sikap saling menyalahkan.

Baca juga:

Sinergi Pemerintah dan Guru untuk Peningkatan Sistem Pembelajaran

Unifah mengajak semua pemangku kepentingan, termasuk kementerian, pemerintah daerah, dan masyarakat, untuk bersinergi dalam mencetak generasi yang memiliki kompetensi global unggul. Menurutnya, pemberdayaan guru lebih krusial daripada konflik antar‑pihak. “Guru diberdayakan, guru diberi kepercayaan, guru didampingi terus‑menerus supaya dia mempunyai kemampuan yang terus‑menerus berkembang. Dan udahlah tidak perlu saling salah menyalahkan,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Gogot Suharwoto, memaparkan kondisi fisik sekolah yang masih menjadi tantangan besar. Sebanyak 120.000 sekolah dasar (SD) di Indonesia mengalami kerusakan bangunan dengan tingkat sedang hingga berat. Total 195.000 satuan pendidikan, termasuk ruang kelas, ruang tata usaha, dan ruang administrasi, memerlukan perbaikan.

Baca juga:

Program Revitalisasi Sekolah 2026

Melalui Instruksi Presiden (Inpres) revitalisasi, pemerintah menyalurkan dana sebesar Rp16,9 triliun secara langsung ke rekening masing‑masing sekolah untuk mempercepat proses perbaikan. Skema swakelola ini diharapkan dapat menggerakkan ekonomi desa, karena melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat. Gogot mencatat bahwa proyek rehabilitasi telah membuka sekitar 350.000 lapangan kerja baru di sekitar lokasi sekolah, serta menghasilkan nilai tambah ekonomi daerah hingga Rp27 triliun.

Fokus utama program tahun ini adalah daerah yang terdampak bencana alam serta wilayah Tertinggal, Terdepan, Terluar (3T). Pemerintah telah mengalokasikan Rp3,1 triliun khusus untuk percepatan rekonstruksi di Pulau Sumatera. Selain perbaikan struktural, penataan lingkungan sekolah, penyediaan sarana air bersih, dan penguatan fasilitas Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) menjadi prioritas tambahan.

Baca juga:

Gogot menegaskan target penyelesaian 10.722 sekolah pada tahun 2026, dengan prioritas pertama pada daerah bencana, kemudian 3T, dan selanjutnya sekolah dengan kerusakan berat di luar zona bencana. “Tahun ini kami ditugaskan untuk menyelesaikan 10.722 sekolah. Kita fokuskan ke daerah bencana, baru nanti daerah 3T, baru daerah rusak berat di luar bencana dan di luar 3T,” pungkasnya.

Dengan sinergi antara PB PGRI, pemerintah, dan seluruh elemen bangsa, diharapkan upaya penghormatan terhadap profesi guru serta revitalisasi infrastruktur pendidikan dapat meningkatkan mutu pembelajaran secara menyeluruh. Langkah ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik sekolah, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan profesionalisme pada setiap pendidik, sehingga tujuan pendidikan nasional dapat tercapai.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *