Media Pendidikan – 02 Mei 2026 | Jakarta, 1 Mei 2026 – Pada rangka peringatan Hari Buruh Internasional, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan paparan terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di depan ratusan ribu massa buruh yang berkumpul di Lapangan Monumen Nasional (Monas). Acara yang berlangsung damai itu menjadi ajang bagi Presiden untuk menanyakan secara langsung kepada para pekerja mengenai efektivitas program sosial yang telah diluncurkan pemerintah.
Presiden Prabowo memulai sambutan dengan mengajukan pertanyaan singkat, “Kita juga memberi MBG. Saya bertanya, MBG bermanfaat atau tidak?” Pertanyaan itu mendapat jawaban serentak dari massa buruh yang menjawab “Bermanfaat!” dengan semangat. Respon tersebut menjadi titik tolak bagi Presiden untuk menguraikan urgensi program tersebut dalam upaya mengatasi permasalahan gizi di kalangan anak-anak Indonesia.
Selain aspek kesehatan, Presiden menekankan bahwa MBG memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian nasional. Dapur-dapur MBG membeli hasil pertanian dan peternakan langsung dari petani dan peternak lokal, sehingga pendapatan mereka meningkat dan uang beredar lebih luas di masyarakat. “Rakyat butuh telur. Rakyat butuh daging. Rakyat butuh sayur, susu, ikan. Ekonomi kita hidup. Petani-petani kita dapat penghasilan. Uang ini semua beredar,” ujar Prabowo, menegaskan peran ganda program dalam menggerakkan roda ekonomi.
Kehadiran program ini juga dinilai sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan memanfaatkan produksi dalam negeri, pemerintah dapat mengurangi ketergantungan pada impor bahan makanan bergizi, sekaligus menstimulasi sektor pertanian untuk meningkatkan produktivitas. Data resmi Kementerian Pertanian mencatat bahwa sejak peluncuran MBG pada 2024, permintaan bahan pangan bergizi meningkat sebesar 18 persen, mengindikasikan adanya peningkatan konsumsi yang berkelanjutan.
Perwakilan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, memberikan dukungan tegas kepada kebijakan Presiden. “Kebijakan Bapak prorakyat, seperti MBG, sekolah rakyat, perumahan, dan program rakyat lainnya. Ini memberikan nilai tambah untuk buruh dan rakyat,” katanya, menegaskan bahwa program sosial tersebut selaras dengan aspirasi kelas pekerja.
Acara berakhir dengan himbauan Presiden agar semua pihak—pemerintah, swasta, dan masyarakat—bersinergi dalam memperluas jangkauan MBG ke seluruh pelosok negeri. Dengan target menyalurkan bantuan makanan bergizi kepada lebih dari 10 juta rumah tangga pada tahun 2027, program ini diharapkan menjadi salah satu pilar utama dalam agenda kesejahteraan sosial Indonesia.


Komentar