Media Pendidikan – 01 Mei 2026 | Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan pada taklimat media di Tangerang, 30 April 2026, bahwa partisipasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) melampaui 95 persen secara nasional.
Data resmi menunjukkan bahwa pada tingkat SMP sebanyak 4,2 juta siswa mengikuti tes dari total 4,3 juta pendaftar, menghasilkan tingkat kehadiran 97,22 persen. Sekitar 121 ribu siswa tidak hadir, setara dengan 2,78 persen dari jumlah terdaftar.
Di jenjang SD, partisipasi bahkan lebih tinggi, dengan 8,8 juta siswa yang hadir dari 8,9 juta pendaftar, menghasilkan angka 98,51 persen. Jumlah siswa yang tidak hadir berada pada kisaran 100 ribu atau sekitar 1,49 persen.
“Pelaksanaan TKA tahun ini menunjukkan capaian yang menggembirakan,” ujar Toni Toharudin, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen. Ia menekankan bahwa setiap gelombang TKA konsisten berada di atas ambang 95 persen, menandakan respons positif dari satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Selain menyoroti tingkat kehadiran yang tinggi, Toni juga menambahkan bahwa ada evaluasi khusus untuk gelombang peserta dari satuan pendidikan non‑formal. Menurutnya, kelompok ini memerlukan pendekatan tes yang lebih adaptif dan fleksibel agar tidak terhambat oleh karakteristik pembelajaran yang berbeda.
- SMP: 4,2 juta hadir / 4,3 juta terdaftar (97,22%)
- SD: 8,8 juta hadir / 8,9 juta terdaftar (98,51%)
Keberhasilan partisipasi ini menjadi indikator awal keberhasilan pelaksanaan TKA tahun 2026. Dengan lebih dari 95 persen partisipasi pada setiap gelombang, pemerintah berharap data hasil tes dapat memberikan gambaran yang akurat tentang kemampuan akademik generasi muda serta menjadi acuan kebijakan pendidikan selanjutnya.
Hasil lengkap TKA jenjang SD/MI/sederajat dan SMP/MTs/sederajat dijadwalkan akan diumumkan pada 26 Mei 2026. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki sistem evaluasi agar lebih inklusif, terutama bagi peserta non‑formal yang kini menjadi fokus evaluasi tambahan.


Komentar